Namaku Rendi, seorang spesialis kandungan dokter di rumah sakit negeri di kota S*******G. Umurku 35 tahun tapi aku belum nikah, jangan salah bukan karena aku tidak ganteng tapi pacarku sedang menyesaikan S3 nya di amrik, makanya nungguin dia selesai dulu. Tinggiku 180 cm karena hobiku juga main basket, kulit putih , dan wajah yang bikin cewek pada ngiler. Dengan punya pacar bukan berarti aku ngga “ngobyek” dengan yang lain. Terus terang aku punya beberapa affair dengan dokter wanita di sini atau anak kedokteran yang masih koass. Tentu yang aku pilih bukan sembarangan, harus lebih mudan dan cantik. Sebenernya sudah banyak yang mencoba menarik atiku tapi sejauh ini aku belum mau serius dan kalau bisa aku manfaatin selama jauh dengan pacarku. Sudah banyak yang aku banyak yang aku perdaya tapi…ada satu orang yang membuatku sangat penasaran. Namanya Novi, umurnya sekitar 22 tahun, dia anak koas dari perguruan tinggi negeri dari kota yang sama. Kebetulan aku jadi residennya. Wajahnya cantik dan tatapannya teduh, dia juga berjilbab lebar berbeda dengan anak lainnya, walaupun affairan aku pun sebenernya ada juga yang berjilbab, tapi tidak seperti dia. Tinggi semampai sekitar 165 cm, dengan tubuh yang padat tidak kurus dan tidak gemuk, sesuai seleraku. Jilbabnya pun tidak mampu menutupi lekukan dadanya, aku taksir kalau tidak 36B mungkin 36C. Tutur katanya yang lembut dan halus benar-benar membuatku mabuk. Apalagi dia sangat menjaga pergaulan. Sesekali aku coba berusaha bicara dengannya tapi dia elalu menundukkan wajahnya setiap bicara denganku. Dia pun tidak menyambut tangaku ketika aku ajak untuk bersalaman. Kulit putihnya sangat halus ketika aku coba perhatika di pipi dan ujung tangannya, tahi lalat di atas bibir semakin menambah kesan manis darinya.
Nov…kita makan bareng yuk, aku yang traktir. ujarku berusaha membujuk untuk bisa pergi bareng. Terima kasih Dok…saya dengan teman-teman saja. Ujarnya halus. Jangan panggil Dok…panggil saja kak. “baik Dok…eh…kak”. “tapi terima kasih tawarannya
aku bareng teman saja…”, “kalau begitu sekalian ajak saja teman kamu” setengah berharap dia mau menerima. “terima kasih Dok..eh kak, nanti merepotkan, teman-temanku makannya banyak lho” sahut dia sambil tetap menundukkan kepalanya. Kadang gurauan ringan itu yang tidak pernah aku dapatkan dari pacarku atau teman affair-ku. aku tersenyum kecil mendengar alasannya yang sangat lucu…humoris juga dia, “baiklah…mungkin lain kali”
kataku
“oh ya, jika ada apa-apa masalah administrasi di sini atau masalah kerjaan jangan sungkan bicara aja ya, nanti aku bantu” aku masih berusaha mencari celah.
“Terima kasi pak ehh..kak…saya pamit”
sambil berlalu
AKu perhatikan dari belakang, roknya yang juga lebar tidak bisa menutupi lekukan pantatnya yang bergoyang mengikuti langkah kakinya..perfect…aku menggeleng.
Dia berbeda sekali dengan nita…anak koas 2 tahun lalu yang pernah aku perawani juga. Sama-sama berjilbab walau tak selebar dia. Nita pun awalnya agak jual mahal…walau aku tau dari cara memandangnya dia suka aku. Dengan beberapa rayuan akhirnya aku bisa memerawani dia di sebuah hotel. Tidak dengan paksaan dan sangat mudah. Affair kita berlalu dengan selesainya masa koas dia, juga karena dia tahu aku punya affair juga dengan temannya. Dia berbeda sekali, sulit sekali menaklukannya. Setiap aku melihat dia selalu aku lihat setiap geriknya, senyumnya, tawanya, selalu terbayang. Saat aku sedang melamun tiba-tiba dari arah belakangku ada yang memeluk dan terus menarikku.
“Ngelamun nih…” dengan suara yang diparaukan
“Mhh…Rasya…kamu nih ganggu saja” sambil melepaskan pelukan dia.
“kamu sekarang jarang ke ruangku lagi” rengeknya
Rasya ini sesama dokter di sini, umurnya sekitar 27 tahun dan sudah bersuami. Sayangnya suaminya bekerja di lepas pantai sehingga jarang bertemu dan memberikan nafkah bathin padanya. Memang aku sering ke ruangnya dulu…sekedar bercumbu dengan bumbu oral yang bisa membuat dia melayang. Tapi kami tidak pernah sampai melakukan jauh karena dia pun tidak mau, ya akupun tidak memaksa. Tidak semua affairku selalu aku tiduri…yang penting ada penawaran rindu dan bisa memuaskanku walau tidak sampai melakukan senggama.
“Aku sibuk Rasy…banyak yang melahirkan juga jadi residen” ujarku sambil memegang pinggangnya
“tidak ada waktu untuk aku?…sebentar saja…” lalu dia memagut bibirku dan selanjutnya kamupun bercumbu
Satu persatu aku buka kancing blousenya aku temukan dua gunung kembar yang jarang dijamah pemiliknya. Aku cumbu dan ciumi dengan lembut. Tapi…sepintas aku ingat Novi lagi dan akupun menghentikan aktifitasku. “Kok berhenti…” Rasya pasti sedang mulai terangsang. “Maaf Rasy…aku ga konsen banyak pekerjaan…”. “Ya sudah…” ujarnay tersungut sambil mengancing kembali blousnya terus berlalu.
Sore itu aku sedang membantu persalinan, sengaja aku panggil Novi untuk mendampingiku. Wajahnya senang sekali karena jarang mendapat kesempatan untuk mendampingi dokter saat persalinan seperti ini. Tidak mungkin kan semua masuk, ya aku beralasan yang lain tunggu giliran. DIa berusaha menjadi asistenku dengan baik, saat memebrikan gunting aku sengaja pura-pura tidak tahu menyentuh tangannya…tapi langsung dia tarik. Gagal lagi upayaku…tapi aku sudha senang dengan melihat wajahnya dari dekat selama persalinan itu. Sekeluar dari ruang bersalin “Terima kasih ya kak…jarang ada kesempatan begitu…”. “Kamu mau aku bikin begitu…” sambilku melirik seorang ibu hamil yang kebetulan lewat. “yee…ga lah, makanya cepet cari istri sana…” sambil tersenyum dan berlalu. Aku kaget…kok dia tau ya…
Sore itu langin mendung dan gelap sekali. Hujan mulai turun rintik-rintik, aku memacu FORTUNER ku ke luar ruang parkir. Aku melihat Novi berlari keluar sambil menutupi kepalanya dengan tas agar tidak terkena hujan. “kesempatan”…tin..tin..aku klakson dia. “Mau pulang? bareng aja yuk…kayaknya mau hujan besar nih” selalu saja aku cari kesempatan. “Terima kasih kak…aku naik angkot saja…sudah biasa kok” katanya. hujanpun makin deras
“bener lho…ga apa-apa kok aku antar kamu sampe kos”
“Terima kasih kak, ga enak kalau dilihat orang bisa jadi fitnah”
mhh…gilaa…ini semakin membuatku jatuh cinta sama dia, aku janji dalam hati, kalau saja aku bisa dapatkan dia aku akan putuskan semua affairku, aku benar-benar jatuh cinta pada dia. Tidak berapa lama hujan semakin deras, bahkan aku sulit melihat jalan saking derasnya hujan. Sampai aku tertidur jam 10 malam ini hujan masih juga belum berhenti.
Keesokan harinya, aku harus membantu persalinan lagi dan aku mencari Novi.
“Novi tidak masuk hari ini dok” sahut Rinda teman sekampusnya sambil membedong bayi di ruang bayi
“Dia sakit? aku mau minta tolong bantu persalinan lagi” kataku
“Tidak tau dok…saya tidak dapat kabarnya” sahutnya sambil melihatku dengan sopan.
AKu lihat Rinda manis juga, berjilbab lebar sama dengan Novi, walau tidak secantik Novi, Rinda bisa juga dikatakan high quality. Tingginya paling hanya 155 atau 160 cm, tapi tubuhnya proporsional. Dadanya tidak sampai terlihat betul lekukannya seperti Novi, kulitnya kuning bersih, kacamata yang dia kenakan semakin membuatntya lebih terlihat anggun. Aku pandangi seluruh tubuhnya, berbeda juga dengan Novi, dia tidak sungkan untuk berbicara langsung dan melihatku, walaupun dia juga sama-sama menjaga pergaulan.
“Ya sudah kamu saja ya…bantu saya persalinan…”
dia tersenyum senang “Terima kasih dok…”
Keesokan harinya aku masih belum menemukan Novi. akhirnya aku di bantu Rinda lagi “Kamu tau nomor telepon atau kos Novi Rin..”
“Tidak dok…kita beda kos…kenapa gitu?”
“mhh..atau dokter…hihihi…suka sama dia ya” sahutnya sambil tersenyum
“tidak…cuma dia itu cekatan dan pintar…makanya saya suka sekali kalau diasisteni dia…lagian juga dia ngga akan mau sama aku ini”
“Iya dok…banyak yang sudha mau khitbah dia..tapi dia tidak mau…dia mau selesaikan dulu kuliahnya…dia itu baik dan cantik lagi” sambil mengikuti langkahku di ruang persalinan
“Kamu juga cantik…” aku mulai mengeluarkan racunku, kalau ga dapet yang poin 9 ya minimal 7 atau 8 juga tidak apa-apa. Yang penting aku pengen sekali bisa memerawani wanita berjilbab lebar ini. Karena setauku mereka selalu menjaga diri dan pergaulannya. Tantangan tersendiri untuk aku.
Rinda tidak menjawab, hanya tersenyum sambil menunduk.
Hari keempat baru kulihat Novi datang, namun tak seperti biasanya. Biasanya Novi selalu ceria, kali ini tidak. Wajahnya murung dan tatapannya kosong. Kulihat teman-temannya berusaha bertanya dan berkumpul di sekitarnya. Entah apa yang mereka bicarakan terkadang Novi tersenyum walau getir.
Saat istirahat ku coba dekati. “Kamu sakit Nov?”
“Nggak kak” lemah sekali bicaranya
“Kenapa kamu murung, ada masalah?”
“ah nggak kok” Novi mencoba tersenyum walau aku lihat tidak bisa menutupi kemurungannya. “Ngga ada masalah cuma agak kurang sehat aja, maaf saya mau makan dulu kak” sambil berlalu meninggalkanku.
“Ya sudah kalau kamu ngga apa-apa, kalau kamu butuh bantuan jangan ragu minta tolong ke aku ya”
“iya kak, terima kasih”
Esokan hari-nya hari jum’at, aku berencana pulang agak cepat. Maksudku, aku mau tidur dulu sebelum agak malam nanti aku bangun dan pergi clubbing di club terkenal di kota ini. Ketika aku sedang membereskan buku dan berkas yang aku masukkan ke tas, tiba-tiba pintu kantorku di ketuk, “Silahkan masuk”.
“Maaf, apa saya mengganggu kakak…” aku lihat sesosok wanita dengan kemeja pink berbalut blazer putik khas dokter, jilbab pink dan rok putih. Cantik sekali dia terlihat. Wajahnya sambil agak menunduk walau dia coba beranikan diri melihat wajahku.
“Ada apa Nov, tidak menggnggu kok, saya sedang membereskan berkas” ujarku santai. “Ada yang bisa saya bantu?”
“Kakak besok ada acara?”
AKu tersentak, tumben sekali dia bicara ini. “Tidak…tidak…ada apa? besok aku bebas kok” Aku melupakan janjiku untuk bertemu Dian, passienku yang pernah aku tolong persalinannya. Dia hamil oleh pacarnya, tapi kemudian pacarnya pergi tidak bertanggung jawab. Karena aku yang menolongnya hubungan kamipun dekat, dan tidak perlu dijelaskan detail apa yang kami lakukan, karena bukan inti dari cerita ini, yang pasti kami lakukan dengan aman.
“Saya mau minta tolong, besok aku mau pindah kos, apa kakak bisa bantu bawakan barang”
“Oh…tentu, jam berapa?”
“AKu tunggu di kos ku ya kak, jam 9, sini alamatnya saya tuliskan dulu” Novipun menuliskan alamat pada secarik kertas di atas mejaku, aku terus memandanginya tanpa berkedip. perfect girl.
“Terima kasih kak, maaf sekali saya sudah merepotkan” sambi memberikan kertas kepadaku, sedikit nakal aku pura-pura tidak sengaja menyentuh tangannya. lembut sekali dan…tak seperti biasanya dia menarik tangannya, kali ini dia membiarkan tanganku menyentuh tangannya.
Novi pun berlalu sambil meninggalkan gerak pinggul yang sangat menarik, “aku harus memilikinya”. Aku segara batalkan semua agenda dan janjiku, aku segera tidur dan tidak sabar menunggu datangnya esok. Saat pertama kali berdua dengan dia.
Esokan harinya aku datang tepat waktu di alamat yang sudah diberikannya. Sebuah rumah kos yang cukup besar walau agak tua, bangunan inti pemilik rumah ada di depan, sedangkan bagian depannya gedung baru berlantai 2 dengan pola bangunan khas tempat kos. Aku lihat beberapa orang berkumpul dihalaman depan juga Novi dengan mengenakan jilbab putih, kemej biru dan rok panjang biru donker.
“Kenapa pindah nduk…padahal ibu seneng kamu di sini, kamu suka bantuin ibu”
kata seorang wanita berumur lebih dari separuh baya.
“iya bu…aku mau cari suasana lain aja, supaya aku bisa tenang bikin laporan”
“Kalau kak Novi ngga ada, kalau diantara kita ada yang sakit siapa yang bantuin” seorang wanita muda yang aku tebak masih maha siswa juga menimpali.
Novi tersenyum sambil mengacak-acak rambut teman kosnya itu “kamu boleh kok main ke sana”. “Bu, kenalkan ini dokter Budi, yang bantuin saya pindahan” sambil mengenalkan aku, tanpa sedikitpun mengenalkan aku pada seorang pria tua yang ada di sebelah ibu kosnya itu. Sama sekali wajahnya tidak bersahabat.
“Oala aku kira bojo mu nduk…gantenge…” ku tersenyum dalam hati mendengarkan ucapan ibu kosnya itu
“ah ibu bisa aja…” Novi tersipu. Aku berharap itu menjadi nyata, dan tidak hanya menjadi pacarnya tapi aku bisa mengambil semuanya dari dia.
Semua temannya berusaha membantu memasukkan kardus ke dalam fortunerku, tidak lama hanya 1 jam semua barang sudah dimasukkan.
Kami pun segera pamit, pertama kali dia duduk bersebelahan denganku. AKu menancap gas stelah sebelumnya melambaikan tangan dulu pada ibu kos itu dan teman-temannya, wajah pria tua yang aku kira adalah suami dari ibu kos itu masih tetap tidak bersahabat. Mataku coba melirik nakal padanya, tatapannya kosong melihat pemandangan di sekitar jendela. Lekukan dadanya begitu nampak dan close up di hadapanku, napasnya naik turun semakin membusungkan dadanya yang tertutup jilbab putihnya. Rok biru donkernya berbahan lembut, sehingga gampang jatuh, aku lihat bagian tengah rok antara kedua pahanya jatuh ke paha sehingga menampakkan bentuk pahanya yang jenjang dan penuh. Novi masih menikmati pemandangan sisi jalan dan tidak sadar kalau aku memperhatikan tubuhnya. Aku memacu mobil menuju alamat yang sudah dia beritahukan sebelumnya.
Di perumahan itu, rumah type 21 yang dia tempati. Luas tanahnya masih sangat luas belum termaksimalkan. Sisi kanan kiri rumah masih kosong dan membuat jarak dengan rumah disampingnya. Aku pun segera membantu menurunkan barang dan membereskan barang di rumah tersebut, hanya berdua. aku pandangi wajahnya, perhatikan tiap lekuk tubuhnya yang membuat penisku tagang.
Sore itu aku mandi di rumah kontrakannya, aku tidak pernah lupa membawa alat mandi di mobilku. begitu juga Novi yang mandi sebelum aku, meninggalkan bau harus menyengat di kamar mandi.
“Kak, makan malam di sini saja ya, sudah aku masakkan” tawarnya
“Baik lah, pasti masakannya enak sekali” timpalku, padahal aku masih ingin berlama-lama dengan dia
Selepas makan malam kami pun bercengkrama. Semua barang telah kami rapihkan bersama, hari itu aku habiskan waktu bersama. “Akhirnya selesai juga ya Nov, capek juga ya
” sahutku mencoba mencairkan suasana, sambil duduk di sebelahnya yang sedang mengupaskan mangga untukku. Novi tersenyum manis sekali, “Iya kak, kakak capek ya, mau aku suapin manggana?”
aku kaget dengan tawarannya aku berusaha tenang “boleh”
Dia pun memberikan mangga yang ada ditangannya, dengan nakal aku coba melahap mangga sampai ke jarinya, sehingga bibirku menyentuh jarinya. Dia tarik jarinya dari mulutku pelan sekali, sembil tersenyum. “oh god…sweet” ujarku dalam hati. “Mangganya manis…apalagi sambil lihat kamu” aku memancing. Novi hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. Suapan kedua ini jarinya lebih lama berada di dalam mulutku. Sengaja tidak aku lepaskan dan si empunya jari lentik itu tidak keberatan, dia hanya diam menunggu. Tangan kiriku menyentuh tangan kanannya itu lembut, dia tidak menolak. aku tempatkan telapak tangannya yang lembut di pipiku, sambil menatap wajahnya. Wajahnya bersemu merah. Mata kami saling menatap, wajah kami semakin mendekat…dekat dan dekat…sehingga aku rasakan nafasnya menentuh wajahku. Tangan kananku meraih dagunya yang lembut seolah tidak ada tulang di dagunya itu. sedikit aku tarik dagunya sehingga bibirnya terbuka, sengal nafasnya bisa aku rasakan. Ini mungkin rasanya seorang wanita yang pertama kali melakukan kissing, wanita yang selama ini berusaha menjaga kehormatannya dan tidak pernah disentuh siapapun sebelumnya. Matanya terkatup, cantik sekali dia malam ini. Akupun mendekatkan bibirku dengan bibirnya, aku pagut lembut…dia tidak membalas juga tidak menolak. Kembai aku pagut bibirnya, lembut dan manis kurasakan. ku pagut bibir ats dan bawahnya bergantian. Kali ini dia mulai merespon, dia membalas pagutantu dengan memagut bibirku juga, basah dan indah. Pagutan kami semakin liar, aku pindahkan kedua tanganku disamping wajahnya dengan posisi jari jempol menempel ke pipinya yang lembut. Keempat jariku berada di bawah telinganya yang masih tertutup jilbab. aku semakin menarik wajahnya mendekatiku, kecupanku semakin liar yang aku yakin membangkitkan gairahnya. “mhh…ummm….aummmmm…” bergantian kami mengecupi bibir kami. Kini tangan kiriku melingkari leher hingga kepundak belakangnya, sedangkan tangan kananku menyusup melalui bawah jilbab putihnya yang lebar kemudian mencari gundukan lembut tepat di dadanya. Tangan kananku menyentuh sebongkah gundukan lembut yang masih tertutup bra. “Mhh…payudara yang snagat indah” tangan kananku pun mulai meremas lembut payudara itu. “ehhhmmm…mhhmhh…mmhhhhh” Novi kaget dan mendesah sambil tetap berpagutan dengan bibirku. Sekiatr 2 menit meremas remas dada kirinya, tangan kananku mencoba mencari kancing kemejanya. Dan ku buka satu demi satu hingga meninggalkan beberapa kancing bagian bawah yang tetap terpasang. Tangan kananku lebih aktif lgi masuk ke dalam kemejanya, benar saj, gundukan itu sangat lembut, ketika kulit tanganku bersentuhan dengan kulit payudaranya yang halus sekali. tanganku menyusup diantar bra dan payudaranya, meremas lembut dan sesekali memilin putingnya yang kecil dan nampak sudah mengeras. “mhhh…ummmmm,….aahhh,…mmhh…..mmmm….mmmmphh….” mulutny atreus meracau mencoba menikmati setiap remasanku, matanya masih saja terpejam seolah dia tidak mau melihat kejadian ini atau dia sedang berusaha benar-benar meresapi rangsangan yang aku buat.
AKu tarik pundaknya sehingga tubuhnya terbaring ke samping kiriku, dan aku pun menarik bibirku dari bibirnya dengan sedikit suara kecupan yang menggambarkan dua bibir yang sudah lengket dan sulit dilepaskan. “mhuachh…aahhh” wajahnya memerah dan matanya masih terpejam, cantik sekali. Kini tangan kananku mengangkat jilbabnya ke atas, memberikan ruang agar kepalaku bisa masuk kedalamnya. AKu mencium bau harum dari keringatnya yang mulai mengalir. Dalam keremangan aku milihat leher jenjangnya yang putih dan halus, tanpa membiarkan waktu berlalu aku segera mengecupnya lembut dan kecupanku semakin ganas di lehernya “aahhh….eengg…ehhhh…aahhh….aaahhh….” mulutnya tak berhenti meracau. Tangan kananya meraih belakang kepalaku dan menekankan kepalaku agar semakin menempel di lehernya, sedangkan tangan kirinya mendekap punggungku. Untungnya jarang rumah ini dengan rumah sebelah lumayan jauh, sehingga desahan kami tidak terdengar oleh rumah sebelah. Aku tidak lupa meninggalkan cupang di lehernya, lalu ciumanku pun turun ke dadanya. Tangan kananku mencari sesuatu di balik punggungnya, ya kait bra. Setelah aku dapatkan langsung aku lepaskan. Terlepaslah bra yang selama ini menutupi keduap payudara indah itu agar tidak meloncat keluar. lalu tangan kananku menarik bra agak ke atas ke leher Novi, sehingga terpampang dua gunung kembar yang sangat mengagumkan. Benar saja 36C. Aku mulai mencium payudara kanan novi, aku lakukan masih di dalam jilbabnya, dan akupun tidak melepas semua kancing kemejanya, sehingga tidak semua bagian tubuhnya terlihat. Namun, itu membuat sensasi percintaan semakin terasa, tangan kananku sibuk meremas payudar akananya yang saat ini sudha tidak berpenutup lagi. “aaahhhh…kaaakk….ahhh…..mhhh…kak…..aduuhh…..mhh….. ” Novi tidak kuat menahan rangsangan ini, kepalanya menggeleng ke samping kanan dan kiri, tangan kanannya semakin kuat membekap wajahku ke arah dadanya. Kini tangan kananku melepas remasan di dadanya, mulai turun ke bawah, menyentuh kakinya yang masih ber kaos kaki. tangan kananku menarik roknya menyusuri betis yang tertutup kaos kaki panjang hampir selutut, setelah itu tanganku menemukan kulit halus yang putih. Tangan kananku menyusuri paha kirinya dan membuat roknya terangkat sebatas perut. tangan kananku membelai-belai paha kirinya dan ciumanku sekarang sudah mendarat di payudara kirinya. “ahhh…kaaaakkk….kakaaa….kk…ahh…”, nafas Novi semakin tersengal-sengal, aku tidak lupa meninggalkan cupang juga di payudara kirinya yang sangat lembut. Penisku semakin tegang.
Lalu aku tarik wajahku dari dadanya, aku duduk di samping tubuhnya yang terbaring. Bulir keringat mulai membasahi wajahnya yang putih, nafasnya tersengal, matany amasih terpejam, bibirnya terbuka sedikit. Rok bagian kiri sudah terangkat sampai ke perut, menyisakan pemandangan paha putih jenjang nan indah, namun betisnya tertutup kaos kaki yang cukup panjang. Tangan kananku masuk ke bawah kedua lututnya, tangan kiriku masuk ke dalam lehernya, aku pun memagutnya lagi dan dia faham apa yang aku maksud. Dia kalungkan kedua tangannya ke belakang kepalaku. “Jangan di sini ya sayang…kita masuk saja ke dalam…” ujarku sambil mengangkatnya, birbir kami tak henti berpagutan. Lalu aku rbahkan tubuhnya ke kasur busa tanpa dipan khas milik anak kos. nafasnya terus tersengal, kedua tangannya meremas kain sprei kasurnya itu. Kini aku berada di kedua kakinya, aku coba tarik roknya sampai sebatas perut dan aku kangkangkan kakinya. Ciumanku mendarat di bagian bawah perut, “eenngg…ahhh…” aku tau dia merasa geli dan terangsang hebat, sambil kedua tanganku mencoba menurunkan celana dalamnya. Gerak tubuhnya pun tidak menggambarkan penolakan, bahkan dia agak mengangkat pantatnya ketika tangan ku mencoba melepas celana dalamnya sehingga mudah melewati bagian pantan dan tidak berapa lama terlepas sudah celana penutup itu. Vagina muda berwarna pink yang sangat indah, ditumbuhi bulu halus yang rapih tercukup. Baunya pun sangat wangi. Tapi aku tidak ingin buru-buru, aku ingin Novi membiasakan suasananya dulu. ciumanku jatuh ke pahanya, ke bagian sensitif paha belakang sambil mengangkat kakinya ke atas. lalu pada sat yang tepat aku mulai turunkan ciumanku di antara selangkangannya. “kaakk…ahh…”, aku mencoba menjilati bagian luar vaginanya dari bawah ke atas, vagina itu mulai lembab dan basah. Lalu aku renggangkan lebih luas lagi kakinya, dan aku sibak labia mayoda dan labia minora vaginanya, aku temukan lubang ke wanitaan yang masih sempit namun berwarna merah seakan bekas luka atau lecet. AKu tidak mempedulukan, karena aku melihat cairan bening meleleh dari dalam lubang kewanitaan Novi, lalu aku jilati dan lidahku pun nakal mencoba masuk ke dalam lubang kewnitaan itu, terus mencari dan mencari…lalu kecupanku pindah ke atas menemukan benjolan kecil tepat di bawah garis vagina atas, aku gigit-gigit kecil, aku cium aku sedot, tidak ketinggalan tangan kananku mencoba sedikit demi sedikit masuk ke vaginanya. “aahhhhh…uuhhh….mhh….phhh…ahhh…akakak…aahh..kakak… aduuhh…aaahhh…ahhh…” kepalanya bergeleng tidak teratur ke kanan dan kekiri, kedua tangannya semakin kuat menggenggam sprei yang dikenakan pada kasur busa tersebut. ciumanku semakin kuat dan ganas, cairan kewanitaan semakin deras keluar dari lubang kewanitaan Novi. secara bergantian lidahku merangsang lubang vagina dan clitoris, dan tangan kananku pun tidak tinggal dia. Jika lidahku sedang merangsang klitoris maka jari tangan kananku berusaha meransang pubang vagina, juga ketika lidahku bermain-main dan mencoba masuk lebih dalam ke lubang vagina, jempol tanganku merangang dengan menggesek dan menekan-nekan clitoris Novi. “aaahhh….aaaaa…uuuu…enhhhh…eeemmm…ahh…aaaa….” Tangan kananya sekarang meremas-remas rambutku dan menekan kepalaku agar lebih dalam lagi mengeksplorasi vaginanya.
sekitar 15 menit aku mengekplor vaginanya, dia menjambak rambutku dan kemudian mendorongku. Sekarang posisi kami sama-sama duduk, nafasnya tersengal-sengal tapi sekarang dia berana membuka matanya menatapku, keringat mengucur dari tubh kami. Tiba-tiba bibirnya langsung menyerbu bibirku, ciuman kali ini amat liar terkadang gigi kami beradu, lidah kami saliang bertukar ludah, lidahku coba masuk ke rongga mulutnya, menjilati dinding-dinding mulutnya. AKu sangat kaget ketika tangannya menarik kaosku ke atas, melewati mulut kami yang tengah beradu, kemudian ciumannya turun ke leherku dan ke dadaku. Tanganya tidak berhenti sampai di situ, dia mulai membuka ikat pinggang celanaku, saat bibirnya masih menciumi dadaku, tangannya menurunkan celanaku dan kemudian celana dalamku. Penisku yang diameternya 6 cm dan panjangnya hampir 20 cm mengacung tegak, kini tangan kananya menggengam penisku, aku pun berdiri dan kini wajah ayunya berada di depan penisku hanya beberapa senti saja. ku lihat dia menelan ludah, apa mungkin dia kaget dengan ukuran ini atau mungkin dia masih ragu melakukan ini. Aku pegang kepalanya yang masih menggunakan jilbab putih yang mulai kusut. kudekatkan penisku dengan bibirnya, bibirnya masih terkatup ketika ujung penisku menempel pada bibirnya, mungkin dia masih bingung apa yang dilakukannya. “Kulum sayang…ciumi sayang…ayo…” lalu dia buka bibirny
a sedikit dan mencium ujung penisku, kaku, tapi menimbulkan sensasi yang dahsyat, selain karena bibirnya yang lembut, hangat dan basah menyentuh ujung penisku, melihat seorang wanita yang masih berpakaian lengkap dengan jilbabnya itu hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. “cuup..mppuhmm..uhhmm…” bibirnya berkali-kali mengulum ujung penisku, sedikit-demi sedikit kulumannya semakin masuk. AKu lihat dia masih kaku dan belum lihat melakukan itu, tapi bagiku sensasi luar biasa. “mhhh…aauuuummm…uummhh”
akhirnya mulutnya berani memasukkan penisku, walau tidak sampai masuk semua, karena penisku terlalu panjang dan itu akan menyakitkannya. “shh…ahh…terus Vi…keluar masukin…” Novipun mengikuti perintahku dia memaju mundurkan kepalanya. “aahh…sayang…terus”…”mhh..uhmmhh..cuuupp..muuh” Novi terus melakukan aktifitasnya. hanya 5 menit lalu dia berhenti, “Kak…Novi ngga tahan…” diapun menarik tubuhku dan aku kini sama-sama duduk berhadapan. Aku tahun, dia dalam kondisi puncak, dia tidak dapat lagi menahan libidonya, akupun merebahkannya dan menindihnya. AKu regangkan kedua kakinya. Novi tampak pasrah dia memandangiku dan memperhatikan penisku yang tepat dihadapan vaginanya. Aku lupa sesuatu, segera ku raih celanaku yang tercecer di samping dan mengambil sesuatu di dompet. Ya, aku selalus edia kondom di dompet setelah ku buka dan akan kupasangkan, Novi menampik tanganku “ngga usah pake itu kak…aku ingin jadi milik kakak seutuhnya” aku tersentak dengan ucapannya “Kamu yakin Nov?” Novi mengangguk.
Kini kuarahkan ujung penisku mendekati lubang kewanitaannya “Tahan ya Vi…agak sakit…” Tangan kananku menggenggam batang penis dan digesek-gesekkan pada clitoris dan bibir kemaluan Novi, hingga Novi merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Aku terus berusaha menekan senjataku ke dalam kemaluan Novi yang memang sudah sangat basah itu.
Pelahan-lahan kepala penisku menerobos masuk membelah bibir kemaluan Novi. “Tahan kaak…sakii..t” dia merintih sambi menggigit bibir bawahnya. Aku pun menghentikan kegiatanku sementara, sambil menunggu aku maju mundurkan kepalpenisku ke bibir kemaluannya supaya bibir kemaluannya mulai menyesuaikan. Matanya masih terpejam dan terus menggigit bibir bawahnya, nafasnya tersengal. Sedikit demi sedikit aku masukkan kembali, pelan tapi pasti. Setiap penisku masuk novi melengguh menahan sakit. Vaginanya masih sempit tapi tanpa halangan penisku mulai masuk ke dalam. Dengan kasar Aku tiba-tiba menekan pantatku kuat-kuat ke depan sehingga pinggulku menempel ketat pada pinggul Novi. Dengan tak kuasa menahan diri dan berteriak, mungkin sakit. Dari mulut Novi terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh…sakii…t..kaak..”, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Novi mencengkeram dengan kuat pinggangku.
Beberapa saat kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat dan bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Novi berusaha memegang lenganku, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan penisku pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Novi mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajahku, dengan takjub. Novi berusaha bernafas dan …:” “kaa..kk…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara aku tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.
Novi sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Aku menggerakkan tubuhku, gesekan demi gesekan di dinding liang vaginanya. Setiap kali aku menarik penisnya keluar, dan menekan masuk penisku ke dalam vagina Novi, maka klitoris Novi terjepit pada batang penisku dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang penisku yang berurat itu. Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan Novi menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Sementara tanganku yang lain tidak dibiarkan menganggur, Tanganku merengkuh punggungnya yang melengkung menahan nikmat, kemudia aku sibak jilbabnya dan terlihat dua payudara indahnya yang masih sembunyi dibalik kemeja yang sudha terbuka kancing bagian atasnya, branya pun sudha tersingkap ke atas menambah sensualitas pemandangan saat itu. Aku tarik punggungnya sehingga maskin melengkung ke atas, aku pun terus bermain-main pada bagian dada Novi dan Mencium dan kanag menggigit kedua payudara Novi secara bergantian. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuatku segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi aku terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.
Ia memiringkan kepalanya, dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu Semakin erat mendekap kepalaku agar semakin rekat dengan payudaranya, aku tahu pelukan itu adalah penyaluran dari rasa nikmat dan klimaks yang mungkin sebentar lagi dia rasakan. Kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…, akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Novi terkulai lemas tak berdaya di atas kasur dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana penisku tetap terjepit di dalam liang vaginanya. Itu lah pertama kali dia merasakan indahnya orgasme.
Selama proses orgasme yang dialami Novi ini berlangsung, memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan olehku, dimana penisku yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang vagina Novi dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang penisku serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha penisku, terlebih-lebih pada bagian kepala penisku setiap terjadi kontraksi pada dinding vagina Novi, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. Perasaanku seakan-akan menggila melihat Novi yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang penisnku.
Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Aku membalik tubuh Novi yang telah lemas itu hingga sekarang Novi setengah berdiri tertelungkup di dipan dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arahku. Aku ingin melakukan doggy style, tanganku kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah payudara Novi yang kini menggantung ke bawah, tangunku menyusup lewat kemeja bagian bawah. Dengan kedua kaki setengah tertekuk, secara perlahan-lahan aku menggosok-gosok kepala penisku yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam vagina Novi dan menempatkan kepala penisku pada bibir kemaluan Novi dari belakang.
Dengan sedikit dorongan, kepala penisku tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan Novi, novi melengguh agak kencang..”aahhgg….” ketika penisku mulai menyeruak ke dalam vaginanya lagi. Kedua tanganku memegang pinggul Novi dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan Novi tidak terletak pada dipan lagi, hanya kedua tangannya yang masih bertumpu pada kasur. Kedua kaki Novi dikaitkan pada pahaku. Kutarik pinggul Novi ke arahku, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Iffa, “Oooooooh…aahh…shhh…ahh….!”, penisku tersebut terus menerobos masuk ke dalam liang vaginanya dan Aku terus menekan pantatnya sehingga perutnyaku menempel ketat pada pantat Novi yang setengah terangkat. Aku memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutku mendesis-desis keenakan merasakan penisku terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang vagina Novi yang ketat itu. “Ahh…ahhh…aahh…kak..a.duuu..hh…mhh…teruss…” mulutnya terus mengaduh, tanda nikmat tiada tara yang dia rasakan. Tubuhny amaju mundur terdorong desakan penisku. Karena bagian pantat lebih tinggi dari kepala sehingga kemejanya turn ke bawah memperlihatkan pungguh mulus dan putih yang sebelumnya tidak pernah dilihat siapapun. Tangannya sambil terus meremas seprei dan merebahkan kepanaya di kasur. “shhh…ahh..kakk…aahh..aduuhh…kak….” semakin kencang teriakannya semakin menunjukkan kalau dia akan merasakan klimaks untuk kedua kalinya. AKupun mempercepat doronganku. “terus..kak…ahh…jangan berhenti…ahh…kak,…” Novi meracau semakin tidak karuan. dan….diapun mendongakkan kepalanya ke atas disertai lengguhan panjang “aaaaaaa……….hhhhhh….” dia klimaks untuk kedua kalinya. AKu cabut penisku dari lubang vaginanya, aku lihat cairan bening semakin banyak meleleh dari vaginanya. Tubuhnya melemas dan lunglai ketika aku lepaskan. Navasnya tersengal, pakaian dan jilbabnya kusut tak karuan. Keringat membuat pakaian dia yang tidak dilepas sama-sakeli menjadi basah. Namun dia memang wanita yang pandai merawat tubuhnya, bahkan keringatnya pun harus sekali baunya.
Setelah aku biarkan dia istirahat beberapa menit sambil meresapi orgasme untuk keduakalinya. Kemudian Aku merubah posisi permainan, dengan duduk di sisi tempat tidur dan Novi kutarik duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuanku. Aku menempatkan penisku pada bibir kemaluan Novi yang tampak pasrah dengan perlakuanku, Lalu aku mendorong sehingga kepala penisku masuk terjepit dalam liang kewanitaan Novi, sedangkan tangan kiriku memeluk pinggul Novi dan menariknya merapat pada badanku, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti penisku menerobos masuk ke dalam kemaluan Novi. Tangan kananku memeluk punggung Novi dan menekannya rapat-rapat hingga kini badan Novi melekat pada badanku. Kepala Novi tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dengan bebasnya mulutku bisa melumat bibir Novi yang agak basah terbuka itu.
Dengan sisa tenaganya Novi mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar, sehingga penisku seakan mengaduk-aduk dalam vaginanya sampai terasa di perutnya. Karena stamina yang sudha terkuras dengan dua klimaks yang didapatnya, goyangan Novis emakin melemah. Aku pindahkan kedua tanganku ke arah pinggannya dan tanganku mulai membantu mengangkat dan mendorong pinggul Novi agar terus bergooyang. Aku ihat penisku timbul tenggelam dibekap lubang vaginanya yang hangat. Rintihan tak pernah berhenti keluar dari mulutnya. “shh…ah…sshhh…ahhh..” Goyangannya teratur, setelah sekian lama dengan posisi itu, novi mulai bangkit lagi libidonya, dengan tenaga sisa dia mulai membantu tangaku dengan menggerakkan pinggulnya lebih cepat lagi. Kedua tangannya kini merangkul kepalaku dan membenamkannya ke kedua gunug kembarnya yang besar dan halus. Aku tahu dia akan mengalami klimaksnya yang ketiga. Aku kulum dan lumat payudaranya, kepala novi menengadah merasakan nikmat yang tiada tara atas rangsangan pada dua titik tersensitifnya. Tak berselang kemudian, Novi merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus…, terus…, Novi tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih menahan rasa yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu datang lagi, Novi tak peduli lagi, “Aaduuuh…, eeeehm..ahh…kaa..kk…aahhh…”, Novi memekik lirih sambil menjambak rambutku memeluknya dengan kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuanku.
Kemudian kembaliku gendong dan meletakkan Novi di atas meja dengan pantat Novi terletak pada tepi dipan dan kasur, kedua kakinya terjulur ke lantai. Aku mengambil posisi diantara kedua paha Novi yang kutarik mengangkang, dan dengan tangan kananku menuntun penisku ke dalam lubang vagina Novi yang telah siap di depannya. Aku mendorong penisku masuk ke dalam dan menekan badannya. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuh Novi yang terkapar lemas dan pasrah terhadap apa yang akan aku lakukan.
Badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan penisku. Novi benar-benar telah KO dan dibuat benar-benar tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu, kedua tangannya mencengkeram Sprei. Dan aku sekarang merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam penisku yang menimbulkan perasaan geli pada ujung penisku. Aku mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…, terus”, dan pinggulku menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu, sehingga buah pelirku menempel ketat dan batang penisku terbenam seluruhnya di dalam liang vagina Novi. Dengan suatu lenguhan panjang, “Sssh…, ooooh!”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, aku merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maninya ke dalam vagina Novi. Ada kurang lebih lima detik aku tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut, dengan seluruh tubuhku bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Dan pada saat yang bersamaan Novi yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu semprotan hangat dari pancaran cairan kental hangat ku yang menyiram ke seluruh rongga vaginanya.
Aku melihatnya lemas dengan jilbab dan pakaian yang sudah nggak keruan bentuknya lagi. aku melihatnya menunduk sedih sambil menangis. AKu faham, gadis seperti dia tidak mungkin mudah untuk melakukan hal ini, tapi kali ini aku benar-benar membuatnya tak berdaya dan mengikuti nafsu duniawi. “Kak…” dia membuka perakapan ditengah hening kami menikmati pertempuran yang baru saja selesai. “Ya sayang…” sambil ku peluk dia.
“Kakak mau tanggung jawab kan?”
“Kakak mau menikahi Novi kan?” parau suaranya terdengar
Aku tersentak aku tak menyangka kalau dia langsungmengatakan itu. Tapi aku benar-benar tidak tega melihat kondisinya yang sudah menyerahkan semuanya kepadaku. Aku pun ingin memilikinya dan mengakhiri semua kebiasan burukku. AKu berjanji meninggalkan pacarku kalau dia mau menikah denganku, kenyataannya sekarang itu sudah di depan mata.
“i..iya..Nov…kakak akan tanggung jawab…kakak akan menikahi kamu” sahutku. Dalam wajah sedihnya kuliah bibirnya menyunggingkan sedikit senyum. Dan kamipun tertidur dengan saling memeluk seakan berharap agar pagi tak segera hadir."
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Tante. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Tante. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Oktober 2013
cerita seks-Nikmatnya Menjadi Dokter
Label:
Cerita,
Cerita Sex Tante,
Dokter,
Menjadi,
seksNikmatnya
cerita seks-kejutan dari suamiku
Sebenarnya belum terlalu lama aku berhubungan dengan situs ini, kurang lebih baru sekitar 6 bulan yang lalu, itu juga karena diperkenalkan oleh suamiku. Oleh karena itu aku mau kirim pengalaman pribadiku ini, supaya fair kali ya, selama ini kan aku hanya membaca kisah dari orang lain, sekarang gantian aku mau bercerita.
Aku dan suamiku baru menikah sekitar 8 bulan, bagiku suamiku adalah guru sexku yang paling luar biasa, terkadang aku sampai kewalahan menghadapi gairahnya yang begitu tinggi. Sebelum menikah mungkin aku adalah gadis yang lugu, sex adalah hal yang tabu bagiku, tetapi begitu merasakan nikmatnya sex, aku begitu merindukannya setiap waktu.
Suamiku seorang yang inovatif dalam urusan ranjang, dari aku yang lugu menjadi aku yang liar dan haus sex dibuatnya. Terkadang dalam bersetubuh kami menggunakan alat bantu, kami mempunyai beberapa alat bantu seperti butterfly, kondom sambung dan vibrator. Dari semua alat bantu tersebut semuanya memberikan kenikmatan yang berbeda-beda, tetapi favoritku adalah vibrator.
Wah sambil menulis ini aku jadi membayangkan ****** silikon itu maju mundur didalam vaginaku. Kelebihan dari vibrator itu selain bisa maju mundur secara otomatis tetapi juga dapat memberikan sensasi luar biasa menjelang aku orgasme karena sambil maju mundur vibrator itu dapat disetel bergetar. Bagi para istri coba deh, apalagi sekarang alat bantu sex mudah sekali diperoleh. Terkadang kalau lagi “on” aku juga suka masturbasi dengan alat bantu. Suamiku sangat senang melihat aku bermasturbasi. Sebenarnya dia yang pertama kali mengajarkan masturbasi kepadaku, dan dia tidak keberatan apabila aku bermasturbasi didepan dia, malah katanya aku sangat seksi dan merangsang, kalau sudah begitu masturbasiku pasti berganti dengan persetubuhan yang liar dan panas.
Selain menggunakan alat bantu, kami juga suka bersetubuh ditempat-tempat yang tidak lazim, bosan kalau ditempat tidur terus kata suamiku. Kami pernah bersetubuh di taman depan rumah dimana tingkat ketahuan sama orang lainnya sangat tinggi. Seru sekali nikmat sambil degdegan. Selain itu kami pernah bersetubuh diatas balkon sebuah apartemen terkemuka di Jakarta, kalau penghuni kamar sebelah ke balkon juga, wah gimana jadinya, tetapi itulah kenikmatannya. Kami juga pernah bersetubuh dikolam renang salah satu hotel di Bali dan hampir ketahuan, ternyata enaklo bersetubuh didalam air, sensasinya sungguh luar biasa.
Sebenarnya bukan itu yang mau aku ceritakan. Aku mau bercerita tentang hadiah ulang tahun yang diberikan oleh suamiku bulan yang lalu, tepat pada usiaku yang ke-28. Pada waktu itu kami sepakat merayakan disebuah hotel, hanya aku dan suamiku. Hotelnya ada di kawasan Slipi, kami menyewa salah satu kamar yang ada dilantai 21. Memang dari rumah aku sudah menduga bahwa ada kejutan yang sangat merangsang yang akan diberikan oleh suamiku, tetapi aku tidak menduga betapa luar-biasanya kejutan tersebut.
Saat makan malam suamiku memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku.
“Selamat ulang tahun Sayang”.
Kemudian dia mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak hitam kecil dan membukanya di hadapanku. Wah sebuah kalung dari emas putih bermatakan berlian, aku senang sekali karena walaupun buas diranjang suamiku sangat romantis.
“Sini aku pakaikan” kata suamiku seraya memakaikan kalung tersebut.
“Terima kasih ya Mas” kataku.
“Itu masih hadiah pembukaan Sayang, masih ada paket hadiah yang lainnya” katanya.
“Apaan tuh Mas, jangan main rahasiarahasiaan dong” kataku lagi.
“Sekarang kita selesaikan makam malamnya nanti hadiah utamanya diberikannya di dalam kamar” katanya genit.
Rasanya aku tahu apa hadiah utamanya kataku dalam hati, pasti dia memberikan sex toys baru lagi. Tak lama kami menyelesaikan makan malam kami, setelah berjalanjalan sebentar melihatlihat pemandangan di lobby, suamiku mengajakku kembali ke kamar.
“Mau lihat hadiah utamanya nggak?” katanya, aku hanya tersenyum.
“Bikin penasaran orang aja” kataku.
“Aku kan mau memberikan sesuatu yang beda, Sayang” katanya lagi.
Tak lama sampailah kami di kamar. Suamiku menyalakan TV dan aku masih bertanyatanya dalam hati mengenai kejutan dari suamiku.
“Siap untuk kejutannya, Sayang” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut.
Itulah suamiku, dia sangat tahu bagaimana memperlakukan perempuan. Kamipun mulai berciuman, ternyata ini toh kejutannya kataku, tetapi masa cuma ini sih, yang seperti ini kan tiap hari kami lakukan.
Saat aku sedang terbuai ketika payudaraku dicumbu oleh suamiku, bel kamar berbunyi kembali, suamiku memintaku untuk membuka pintu.
“Selamat malam, Mbak’ apakah ini kamar Pak Indra?” seorang pemuda bertanya kepadaku.
“O iya benar, ayo masuk. Pak Indranya ada kok di dalam” dalam hati aku mengomel kok datang di saat yang nggak tepat sih, orang lagi mau asik diganggu.
“Halo Ivan, ayo silakan duduk jangan sungkan, perkenalkan ini Lia istri saya”.
“Ivan”, kata pemuda tersebut sambil menyodorkan tangannya.
“Lia”, kataku singkat.
“Bawa pesanan saya Van?”, tanya suamiku.
“Bawa Mas”, katanya sampil menyerahkan sesuatu kepada suami saya.
Rupanya sebotol champagne.
“Hari ini Mbak Lia ulang tahun Van, kita harus memberikan hadiah yang khusus, sekarang tolong persiapkan dong”, kata suamiku meminta si Ivan menyiapkan minuman tersebut.
“Baik Mas” kata Ivan sambil tersenyum.
Tak lama Ivan datang dengan 3 gelas champagne.
“Mari kita bersulang”, kata suamiku sambil membagikan gelas.
“Demi kebahagiaan kamu, Sayang” kata suamiku lagi.
Kami menghabiskan isi gelas tersebut. Setelah itu kami ngobrol tentang bebagai hal, dari politik sampai ke lelucon porno, tetapi ketika ngobrol aku kok merasa begitu horny, aku terangsang sekali.
Nafasku turun naik seolaholah tidak mampu menahan birahi dan apabila aku menggeser pantatku dari tempat tidur. Sedikit gesekan pada vagina saja memberikan rangsangan yang sungguh luar biasa, aku tak tahan lagi tetapi aku masih sadar karena aku melihat masih ada Ivan di situ.
“Mas”, kataku lirih sambil menahan gejolak birahi, maksudku agar menyuruh Ivan pulang dan kami dapat melanjutkan pertempuran yang tertunda.
Tapi suamiku malah berkata, “Siap buat hadiahnya Sayang?”.
Tangan suamiku meremas perlahan payudaraku dan bibirnya melumat bibirku. Sekarang aku sudah lupa diri, setiap remasan pada payudaraku membuat aku tidak peduli lagi bahwa ada orang lain dikamarku. Satu demi satu kancing bajuku terlepas.
Suamiku terus mencumbuku, karena sudah tidak tahan aku juga merespon rangsangan suamiku, malam itu setiap sentuhan maupun remasan rasanya lebih nikmat satu juta kali dibading biasanya. Aku telanjang bulat sekarang, aku terus merasakan nikmatnya remasan di payudaraku, suamiku meminta aku telentang kemudian dia membuka kedua pahaku dan menjilati seluruh kemaluanku.
“Aaaccrhh..”, aku menggelinjang nikmat.
Klitorisku distimulasi dengan sedemikian nikmatnya. Sambil merasakan nikmat pada vaginaku, aku meremas payudaraku sendiri, suamiku rupanya mengerti sambil menjilati vaginaku tangannya membantu meremas payudaraku dan memilin putingku. Mataku terpejam nikmat, hebat sekali suamiku malam ini, lebih hebat dari biasanya.
Dari vagina sekarang dia menjilati seluruh payudaraku dan putingku, aku hanya bisa terpejam nikmat. Antara sadar atau tidak sadar aku merasa saat memegang rambut suamiku rasanya kok berbeda. Betapa terkejutnya aku ketika aku membuka mataku bukannya suamiku yang ada didepanku tetapi si Ivan yang sudah telanjang bulat juga, aku terkejut, aku mau marah tetapi tidak bisa, kenikmatandemi kenikmatan yang kuperoleh mengalahkan segalanya. Kulihat suamiku duduk di kursi di samping ranjang sambil menguruturut kontolnya.
“Mas, kamu..”, kataku tak sanggup meneruskan katakataku karena menahan nikmat.
“Nikmati saja hadiahnya Mas”, katanya.
Akupun melihat diapun sudah dikuasai nafsu melihat istrinya dicumbu sedemikian rupa. Akupun memutuskan untuk menikmati saja malam ini karena aku tidak dapat berhenti lagi dan sudah terlanjur. Ivan memintaku untuk berjongkok, kemudian mengarahkan kontolnya kemukaku, aku mengerti dengan segera saja kusambar dan kumasukan kedalam mulutku, kuhisap dan kunikmati sedemikian rupa. Ivan menggelinjang sedemikian rupa, menahan nikmat.
“Teruus Mbak Lia, teruuss..”, katanya meracau.
****** Ivan ukurannya sama seperti suamiku hanya lebih banyak uratnya dan kepalanya lebih besar. Kalau ditaksir umurnya mungkin baru sekitar 18-19 tahun. Sambil terus meng-oral kontolnya si Ivan aku merasa payudaraku ada yang meremas dari belakang, ternyata adalah suamiku. Aku tambah tidak karuan saja menahan serangan nikmat dari dua lakilaki.
“Masukan sekarang Van, masukan sekarang..”, pintaku.
Dengan lembut Ivan memasukan kontolnya ke dalam vaginaku, setiap pergerakan mili demi mili dari ****** Ivan memberikan sensasi yang tidak tertahankan. Ivan terus memompa kontolnya didalam vaginaku, sementara itu suamiku mengarahkan kontolnya ke dalam mulutku, jadilah vagina dan mulutku dientot oleh dua lakilaki. Hanya sekitar 5 menit aku diperlakukan demikian aku segera mendapatkan orgasmeku.
“Aku mau sampai”, kataku dengan mulut masih penuh oleh ****** suamiku.
Akhirnya, “Aaarrcchh ..”, Aku mengejan hebat, aku merasakan seluruh otot kewanitaanku berkontraksi, pandanganku menjadi gelap rasanya.
Setelah itu kami masih terus mencoba gaya ini dan itu karena kedua lakilaki ini mempunyai keperkasaan yang luar biasa di ranjang, baru setelah orgasmeku yang keempat suamiku memuntahkan spermanya didalalam vaginaku dan tak lama Ivan memuntahkan spermanya juga didalam vaginaku. Setelah itu kami pun tertidur kelelahan. Saat aku tidur terasa ada yang menciumku.
“Selamat pagi Sayang, gimana hadiahnya semalam?”, ternyata suamiku membangunkanku.
“Mas kok tega sih, aku kan istrimu, kok rela sih istrinya ditiduri orang”, kataku.
“Kamu menikmatinya nggak?”, dia balik bertanya.
Jujur dalam hati belum pernah aku mendapatkan kenikmatan sedemikian rupa, satu ****** aja sudah enak apalagi dua. Aku hanya terdiam.
“Ya sudah kalau kamu marah aku minta maaf”, kata suamiku.
“Mas, aku kok bisa terangsang banget sih semalam, memangnya yang diminum apa sih?”, tanyaku.
“Cuma segelas champagne kok, tetapi di gelas kamu ditambah dengan beberapa tetes spanish fly”, katanya sambil tersenyum.
Pantas, umpatku dalam hati, aku begitu terangsang, mungkin kalau dalam kondisi normal aku belum tentu mau ber threesome ria seperti semalam. Kulihat Ivan masih tertidur pulas.
“Ivan itu siapa sih” tanyaku pada suamiku.
“O.. dia gigolo, aku menyewanya untuk kamu, tenang, dia bersih kok”, jawab suamiku.
Pantas goyangan dan pompaannya begitu professional.
“Tapi kamu puas kan sama hadiahnya?”, tanya suamiku lagi.
Aku hanya tersenyum, aku nggak mau munafik semalam aku sangat menikmatinya dan mungkin suatu saat rindu untuk mengulanginya lagi. Jujur aku merasa menjadi wanita sejati semalam.
“Ya sudah kalau kamu menikmatinya, aku ke bawah dulu mau cari rokok, ini sisa pembayaran buat si Ivan, nanti serahkan saja ke dia”, kata suamiku sambil pergi meninggalkan kamar.
Di dalam kamar aku termenung mengingat kejadian semalam, sungguh luar biasa, sungguh fantastis. Tibatiba mataku tertuju kepada Ivan dalam hati aku memuji ganteng juga, badannya sangat atletis. Dalam hatiku terbersit keinginan untuk menikmati Ivan saat suamiku tidak ada, bukankah nggak masalah kalaupun suamiku sampai tahu, bukankah semalam si Ivan juga sudah menikmati vaginaku di depan suamiku.
Untuk memuaskan penasaranku bagaimana bersetubuh dengan gigolo maka dengan lembut aku membangunkan si Ivan dengan cara menghisap kontolnya yang masih kecil, perlahanlahan ****** itupun menjadi besar, gagah, berotot dan menjulang. Ivan terbangun, aku minta dipuaskan Ivan dengan cara gigolo yang paling profesional, kami mengulanginya dua kali ditempat tidur dan dikamar mandi, kami mandi bersama. Sekali lagi aku sangat puas. (nggak usah dibahas mengenai gayanya ya.. karena sama seperti cerita yang lain ya begitubegitu juga, yang berbeda cuma nikmatnya aja)
Sampai saat ini aku masih terkenang dengan kejadian itu, tetapi aku tidak pernah lagi berhubungan seks dengan lelaki lain, biar bagaimanapun bagi wanita seks harus didukung dengan cinta, yang aku lakukan dulu juga karena aku mencintai suamiku. Tetapi kalau di kemudian hari suamiku mengajakku ber-threesome lagi, tentu saja aku tidak keberatan. Malahan sekarang terlintas di benakku bagaimana jika melakukan foursome atau gangbang sekalian. Walau begitu kenangan tersebut akan kupakai untuk berfantasi saat bersetubuh dengan suamiku ataupun bermasturbasi.
tamat
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Aku dan suamiku baru menikah sekitar 8 bulan, bagiku suamiku adalah guru sexku yang paling luar biasa, terkadang aku sampai kewalahan menghadapi gairahnya yang begitu tinggi. Sebelum menikah mungkin aku adalah gadis yang lugu, sex adalah hal yang tabu bagiku, tetapi begitu merasakan nikmatnya sex, aku begitu merindukannya setiap waktu.
Suamiku seorang yang inovatif dalam urusan ranjang, dari aku yang lugu menjadi aku yang liar dan haus sex dibuatnya. Terkadang dalam bersetubuh kami menggunakan alat bantu, kami mempunyai beberapa alat bantu seperti butterfly, kondom sambung dan vibrator. Dari semua alat bantu tersebut semuanya memberikan kenikmatan yang berbeda-beda, tetapi favoritku adalah vibrator.
Wah sambil menulis ini aku jadi membayangkan ****** silikon itu maju mundur didalam vaginaku. Kelebihan dari vibrator itu selain bisa maju mundur secara otomatis tetapi juga dapat memberikan sensasi luar biasa menjelang aku orgasme karena sambil maju mundur vibrator itu dapat disetel bergetar. Bagi para istri coba deh, apalagi sekarang alat bantu sex mudah sekali diperoleh. Terkadang kalau lagi “on” aku juga suka masturbasi dengan alat bantu. Suamiku sangat senang melihat aku bermasturbasi. Sebenarnya dia yang pertama kali mengajarkan masturbasi kepadaku, dan dia tidak keberatan apabila aku bermasturbasi didepan dia, malah katanya aku sangat seksi dan merangsang, kalau sudah begitu masturbasiku pasti berganti dengan persetubuhan yang liar dan panas.
Selain menggunakan alat bantu, kami juga suka bersetubuh ditempat-tempat yang tidak lazim, bosan kalau ditempat tidur terus kata suamiku. Kami pernah bersetubuh di taman depan rumah dimana tingkat ketahuan sama orang lainnya sangat tinggi. Seru sekali nikmat sambil degdegan. Selain itu kami pernah bersetubuh diatas balkon sebuah apartemen terkemuka di Jakarta, kalau penghuni kamar sebelah ke balkon juga, wah gimana jadinya, tetapi itulah kenikmatannya. Kami juga pernah bersetubuh dikolam renang salah satu hotel di Bali dan hampir ketahuan, ternyata enaklo bersetubuh didalam air, sensasinya sungguh luar biasa.
Sebenarnya bukan itu yang mau aku ceritakan. Aku mau bercerita tentang hadiah ulang tahun yang diberikan oleh suamiku bulan yang lalu, tepat pada usiaku yang ke-28. Pada waktu itu kami sepakat merayakan disebuah hotel, hanya aku dan suamiku. Hotelnya ada di kawasan Slipi, kami menyewa salah satu kamar yang ada dilantai 21. Memang dari rumah aku sudah menduga bahwa ada kejutan yang sangat merangsang yang akan diberikan oleh suamiku, tetapi aku tidak menduga betapa luar-biasanya kejutan tersebut.
Saat makan malam suamiku memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku.
“Selamat ulang tahun Sayang”.
Kemudian dia mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak hitam kecil dan membukanya di hadapanku. Wah sebuah kalung dari emas putih bermatakan berlian, aku senang sekali karena walaupun buas diranjang suamiku sangat romantis.
“Sini aku pakaikan” kata suamiku seraya memakaikan kalung tersebut.
“Terima kasih ya Mas” kataku.
“Itu masih hadiah pembukaan Sayang, masih ada paket hadiah yang lainnya” katanya.
“Apaan tuh Mas, jangan main rahasiarahasiaan dong” kataku lagi.
“Sekarang kita selesaikan makam malamnya nanti hadiah utamanya diberikannya di dalam kamar” katanya genit.
Rasanya aku tahu apa hadiah utamanya kataku dalam hati, pasti dia memberikan sex toys baru lagi. Tak lama kami menyelesaikan makan malam kami, setelah berjalanjalan sebentar melihatlihat pemandangan di lobby, suamiku mengajakku kembali ke kamar.
“Mau lihat hadiah utamanya nggak?” katanya, aku hanya tersenyum.
“Bikin penasaran orang aja” kataku.
“Aku kan mau memberikan sesuatu yang beda, Sayang” katanya lagi.
Tak lama sampailah kami di kamar. Suamiku menyalakan TV dan aku masih bertanyatanya dalam hati mengenai kejutan dari suamiku.
“Siap untuk kejutannya, Sayang” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut.
Itulah suamiku, dia sangat tahu bagaimana memperlakukan perempuan. Kamipun mulai berciuman, ternyata ini toh kejutannya kataku, tetapi masa cuma ini sih, yang seperti ini kan tiap hari kami lakukan.
Saat aku sedang terbuai ketika payudaraku dicumbu oleh suamiku, bel kamar berbunyi kembali, suamiku memintaku untuk membuka pintu.
“Selamat malam, Mbak’ apakah ini kamar Pak Indra?” seorang pemuda bertanya kepadaku.
“O iya benar, ayo masuk. Pak Indranya ada kok di dalam” dalam hati aku mengomel kok datang di saat yang nggak tepat sih, orang lagi mau asik diganggu.
“Halo Ivan, ayo silakan duduk jangan sungkan, perkenalkan ini Lia istri saya”.
“Ivan”, kata pemuda tersebut sambil menyodorkan tangannya.
“Lia”, kataku singkat.
“Bawa pesanan saya Van?”, tanya suamiku.
“Bawa Mas”, katanya sampil menyerahkan sesuatu kepada suami saya.
Rupanya sebotol champagne.
“Hari ini Mbak Lia ulang tahun Van, kita harus memberikan hadiah yang khusus, sekarang tolong persiapkan dong”, kata suamiku meminta si Ivan menyiapkan minuman tersebut.
“Baik Mas” kata Ivan sambil tersenyum.
Tak lama Ivan datang dengan 3 gelas champagne.
“Mari kita bersulang”, kata suamiku sambil membagikan gelas.
“Demi kebahagiaan kamu, Sayang” kata suamiku lagi.
Kami menghabiskan isi gelas tersebut. Setelah itu kami ngobrol tentang bebagai hal, dari politik sampai ke lelucon porno, tetapi ketika ngobrol aku kok merasa begitu horny, aku terangsang sekali.
Nafasku turun naik seolaholah tidak mampu menahan birahi dan apabila aku menggeser pantatku dari tempat tidur. Sedikit gesekan pada vagina saja memberikan rangsangan yang sungguh luar biasa, aku tak tahan lagi tetapi aku masih sadar karena aku melihat masih ada Ivan di situ.
“Mas”, kataku lirih sambil menahan gejolak birahi, maksudku agar menyuruh Ivan pulang dan kami dapat melanjutkan pertempuran yang tertunda.
Tapi suamiku malah berkata, “Siap buat hadiahnya Sayang?”.
Tangan suamiku meremas perlahan payudaraku dan bibirnya melumat bibirku. Sekarang aku sudah lupa diri, setiap remasan pada payudaraku membuat aku tidak peduli lagi bahwa ada orang lain dikamarku. Satu demi satu kancing bajuku terlepas.
Suamiku terus mencumbuku, karena sudah tidak tahan aku juga merespon rangsangan suamiku, malam itu setiap sentuhan maupun remasan rasanya lebih nikmat satu juta kali dibading biasanya. Aku telanjang bulat sekarang, aku terus merasakan nikmatnya remasan di payudaraku, suamiku meminta aku telentang kemudian dia membuka kedua pahaku dan menjilati seluruh kemaluanku.
“Aaaccrhh..”, aku menggelinjang nikmat.
Klitorisku distimulasi dengan sedemikian nikmatnya. Sambil merasakan nikmat pada vaginaku, aku meremas payudaraku sendiri, suamiku rupanya mengerti sambil menjilati vaginaku tangannya membantu meremas payudaraku dan memilin putingku. Mataku terpejam nikmat, hebat sekali suamiku malam ini, lebih hebat dari biasanya.
Dari vagina sekarang dia menjilati seluruh payudaraku dan putingku, aku hanya bisa terpejam nikmat. Antara sadar atau tidak sadar aku merasa saat memegang rambut suamiku rasanya kok berbeda. Betapa terkejutnya aku ketika aku membuka mataku bukannya suamiku yang ada didepanku tetapi si Ivan yang sudah telanjang bulat juga, aku terkejut, aku mau marah tetapi tidak bisa, kenikmatandemi kenikmatan yang kuperoleh mengalahkan segalanya. Kulihat suamiku duduk di kursi di samping ranjang sambil menguruturut kontolnya.
“Mas, kamu..”, kataku tak sanggup meneruskan katakataku karena menahan nikmat.
“Nikmati saja hadiahnya Mas”, katanya.
Akupun melihat diapun sudah dikuasai nafsu melihat istrinya dicumbu sedemikian rupa. Akupun memutuskan untuk menikmati saja malam ini karena aku tidak dapat berhenti lagi dan sudah terlanjur. Ivan memintaku untuk berjongkok, kemudian mengarahkan kontolnya kemukaku, aku mengerti dengan segera saja kusambar dan kumasukan kedalam mulutku, kuhisap dan kunikmati sedemikian rupa. Ivan menggelinjang sedemikian rupa, menahan nikmat.
“Teruus Mbak Lia, teruuss..”, katanya meracau.
****** Ivan ukurannya sama seperti suamiku hanya lebih banyak uratnya dan kepalanya lebih besar. Kalau ditaksir umurnya mungkin baru sekitar 18-19 tahun. Sambil terus meng-oral kontolnya si Ivan aku merasa payudaraku ada yang meremas dari belakang, ternyata adalah suamiku. Aku tambah tidak karuan saja menahan serangan nikmat dari dua lakilaki.
“Masukan sekarang Van, masukan sekarang..”, pintaku.
Dengan lembut Ivan memasukan kontolnya ke dalam vaginaku, setiap pergerakan mili demi mili dari ****** Ivan memberikan sensasi yang tidak tertahankan. Ivan terus memompa kontolnya didalam vaginaku, sementara itu suamiku mengarahkan kontolnya ke dalam mulutku, jadilah vagina dan mulutku dientot oleh dua lakilaki. Hanya sekitar 5 menit aku diperlakukan demikian aku segera mendapatkan orgasmeku.
“Aku mau sampai”, kataku dengan mulut masih penuh oleh ****** suamiku.
Akhirnya, “Aaarrcchh ..”, Aku mengejan hebat, aku merasakan seluruh otot kewanitaanku berkontraksi, pandanganku menjadi gelap rasanya.
Setelah itu kami masih terus mencoba gaya ini dan itu karena kedua lakilaki ini mempunyai keperkasaan yang luar biasa di ranjang, baru setelah orgasmeku yang keempat suamiku memuntahkan spermanya didalalam vaginaku dan tak lama Ivan memuntahkan spermanya juga didalam vaginaku. Setelah itu kami pun tertidur kelelahan. Saat aku tidur terasa ada yang menciumku.
“Selamat pagi Sayang, gimana hadiahnya semalam?”, ternyata suamiku membangunkanku.
“Mas kok tega sih, aku kan istrimu, kok rela sih istrinya ditiduri orang”, kataku.
“Kamu menikmatinya nggak?”, dia balik bertanya.
Jujur dalam hati belum pernah aku mendapatkan kenikmatan sedemikian rupa, satu ****** aja sudah enak apalagi dua. Aku hanya terdiam.
“Ya sudah kalau kamu marah aku minta maaf”, kata suamiku.
“Mas, aku kok bisa terangsang banget sih semalam, memangnya yang diminum apa sih?”, tanyaku.
“Cuma segelas champagne kok, tetapi di gelas kamu ditambah dengan beberapa tetes spanish fly”, katanya sambil tersenyum.
Pantas, umpatku dalam hati, aku begitu terangsang, mungkin kalau dalam kondisi normal aku belum tentu mau ber threesome ria seperti semalam. Kulihat Ivan masih tertidur pulas.
“Ivan itu siapa sih” tanyaku pada suamiku.
“O.. dia gigolo, aku menyewanya untuk kamu, tenang, dia bersih kok”, jawab suamiku.
Pantas goyangan dan pompaannya begitu professional.
“Tapi kamu puas kan sama hadiahnya?”, tanya suamiku lagi.
Aku hanya tersenyum, aku nggak mau munafik semalam aku sangat menikmatinya dan mungkin suatu saat rindu untuk mengulanginya lagi. Jujur aku merasa menjadi wanita sejati semalam.
“Ya sudah kalau kamu menikmatinya, aku ke bawah dulu mau cari rokok, ini sisa pembayaran buat si Ivan, nanti serahkan saja ke dia”, kata suamiku sambil pergi meninggalkan kamar.
Di dalam kamar aku termenung mengingat kejadian semalam, sungguh luar biasa, sungguh fantastis. Tibatiba mataku tertuju kepada Ivan dalam hati aku memuji ganteng juga, badannya sangat atletis. Dalam hatiku terbersit keinginan untuk menikmati Ivan saat suamiku tidak ada, bukankah nggak masalah kalaupun suamiku sampai tahu, bukankah semalam si Ivan juga sudah menikmati vaginaku di depan suamiku.
Untuk memuaskan penasaranku bagaimana bersetubuh dengan gigolo maka dengan lembut aku membangunkan si Ivan dengan cara menghisap kontolnya yang masih kecil, perlahanlahan ****** itupun menjadi besar, gagah, berotot dan menjulang. Ivan terbangun, aku minta dipuaskan Ivan dengan cara gigolo yang paling profesional, kami mengulanginya dua kali ditempat tidur dan dikamar mandi, kami mandi bersama. Sekali lagi aku sangat puas. (nggak usah dibahas mengenai gayanya ya.. karena sama seperti cerita yang lain ya begitubegitu juga, yang berbeda cuma nikmatnya aja)
Sampai saat ini aku masih terkenang dengan kejadian itu, tetapi aku tidak pernah lagi berhubungan seks dengan lelaki lain, biar bagaimanapun bagi wanita seks harus didukung dengan cinta, yang aku lakukan dulu juga karena aku mencintai suamiku. Tetapi kalau di kemudian hari suamiku mengajakku ber-threesome lagi, tentu saja aku tidak keberatan. Malahan sekarang terlintas di benakku bagaimana jika melakukan foursome atau gangbang sekalian. Walau begitu kenangan tersebut akan kupakai untuk berfantasi saat bersetubuh dengan suamiku ataupun bermasturbasi.
tamat
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Label:
Cerita,
Cerita Sex Tante,
dari,
sekskejutan,
Suamiku
cerita seks-Aku tessa....umurku 22 tahun.
Aku tessa....umurku 22 tahun. Aku seorang kasir disebuah perusahaan swasta. Aku mempunyai tubuh yang lumayan indah.Tinggi ku 165cm, dengan berat badan 54 kg. Ukuran bra ku 36.
Dikantor, ruangan aku dan ruangan bos ku berdekatan.Beliau berusia 46 tahun, berbadan tegap, dan berbulu. Jantan sekali.Kami bertemu tiap hari, dan setiap transaksi, kami selalu melakukannya berdua.
Awalnya, aku tidak punya feeling apa2 ketika setiap kali ke bank si Bapak ( begitu aku biasa memanggil bos ku ) selalu mengajak ku. Ini bisa sampai 2 atau 3 jam. Tidak jarang Bapak juga mengajak ku makan siang diluar.
Karena sering diluar kantor berdua, sebagai lelaki dewasa, mungkin Bapak tertarik dengan tubuh montok dan kulit halusku.Pernah suatu kali aku menangkap mata Bapak sedang mengintip susuku dari sela seragam kantor yg kupakai.Tapi itu berlangsung biasa saja. Akupun senang jika ada lelaki yang memperhatikan tubuhku.
Suatu hari, ketika kami berangkat ke bank, di dalam mobil Bapak berbicara tentang bisnis, dan semuanya. Karena keasyikan ngobrol, tiba2 tangan Bapak memegang daguku dengan sangat lembut sambil berkata " Kamu cantik tesa.."
Sontak aku kaget, dan segera memalingkan mukaku dari Bapak. Setelah itu kami tidak berkata2 lagi sampai balik ke kantor.
Hal ini terjadi berulang ulang tiap kali kami keluar kantor.Kadang Bapak memegang daguku, lenganku, dahi ku, kepalaku, bahkan Bapak pernah membelai leherku.
Aku yang hanya manusia biasa, lama2 tidak lagi mampu menahan hasratku.
Sampai suatu hari pada hari libur, Bapak memintaku untuk tetap datang ke kantor, dengan alasan ada urusan bank.
Tanpa curiga, akupun langsung mengiyakan perintah Bapak.
Keesokan harinya, ketika aku sampai dikantor, Bapak sudah duduk dimeja kerjaku.
"Pagi pak...."tegurku sepeti biasa.
"hm...kamu udah datang.."jawabnya.
" kamu sudah sarapan..?"Bapak lanjut bertanya.
"Kebetulan belum Pak,tadi buru2.."aku menjawab sambil membereskan mejaku.
"Oh..kamu ini...anak gadis telat terus...kebetulan, tadi saya beli sarapan 2...ayo sarapan dlu....kita ke ruangan saya saja..."ujar Bapak berjalan ke arah ruangannya sambil kembali memegang daguku.
Ssssrrr.....aku langsung berdesir...
Aku ikuti langkah Bapak ke ruanganya.
Kami sarapan berdua diruangan itu, berhadap2an.Sambil berbincang2 ringan mengenai pekerjaan.
Setelah sarapan, Bapak meminta ku untuk men cek data kantor yg ada di laptopnya.
Akupun duduk dikursinya, Bapak bergeser kesamping dan duduk di kursi kecil disebelahku.
Aku mulai bekerja, sementara Bapak kulihat sibuk memperhatikan aku.
sekali2 aku tangkap matanya sedang berusaha mengintip susuku.
Tanpa kuduga, Bapak memegang tanganku, dan mengelusnya.Aku bingung....
"Tesa....saya tau kamu senang dekat dengan saya..iya kan..?"katanya sambil mengelus tanganku...dari pergelangan tangan, beranjak naik ke lengan dan bahuku.
Aku hanya diam.
Sesaat kemudian, Bapak makin berani, kali ini dia mengelus pahaku dari balik celana jins ketatku.
"Bapak...lepasin..jangan..." aku coba mengelak.
Tapi Bapak malah makin berani Dia mendekatkan mulutnya ke leherku..dan tiba2...
"hmmm....akkh.....bapak....geli tes Pak..."
Bapak mencium leherku...Hangat...
" Kamu suka..?"tanyanya.
"hm.....Bapak...sshhh..."aku cuma bisa mendesah.
Aku mulai terpancing oleh Bapak.Kurasakan tubuhku merinding.
"Bapak....cium bibir tesa Pak" perintahku pada Bapak.
tanpa menunggu lama, kami sudah saling berciuman.Bibir Bapak mengulum2 bibir merahku, sementara lidah kami saling gulung.
Aku mulai meremas2 susuku sendiri, sambil satu tanganku mengelus2 ****** Bapak dari luar celananya.
"Bapak....tesa mau liat ****** Bapak....bole...?"
"Silakan sayang....saya kasih buat kamu..."
Aku mulai membuka celana Bapak, mengelus2 kontolnya..mengocok2 kontolnya,,,,sementara tangan Bapak meremas2 susuku...sambil sesekali dimasukkannya kedalam celanaku.
Memekku basah...
"Pak....memek tesa basah..."
"hmm....kamu mau saya jilat memek nya..?"
"Mau pak....tesa buka celana dulu ya..."desahku
Dalam waktu singkat, kami berdua sudah telanjang bulat.
Kulihat ****** Bapak yang sudah tegang...kuusap2..ku kocok2 dengan tanganku...
Badanku gemetaran ketika tangan Bapak mengelus memekku.
Aku duduk diatas meja menghadap ke wajah Bapak.
Dengan sigap Bapak menjilat memekku..
"owh....bapak....geli.....ohh....ahkkksss...."
"kamu suka tesa...??"tanya Bapak...
"ho oh...hmmm...."aku tak mampu berkata2 lagi...
Lidah Bapak masuk kedalam memekku....aku merasakan sensasi luar biasa....
Sesekali aku lihat tangan Bapak mengocok2 kontolnya sendiri..
"Bapak...tesa mau isap ****** Bapak....tesa pengen,,,,,"aku mulai berani berinisiatif.
Kemudian aku turun, dan duduk dilantai.Di depan ku ****** Bapak tegak menghadap kewajahku.
Aku langsung memegang ****** Bapak...dan kumasukkan ke mulutku.
Aku isap, aku kulum dengan penuh nafsu...sambil sesekali aku jilat batang ****** Bapak..
Bapak cuma bisa mendesah.."ssshh....tesa...sayang.....oowhh....aaa kkhh..."
"Pak...tesa mau ****** Bapak dalam memek tesa....tesa pengen banget rasain ****** Bapak" aku mulai tidak terkendali.
Kemudian aku berdiri mengangkangi Bapak yg duduk dikursi.
Pelan2 kutuntun ****** Bapak mengarah ke memekku yang sudah basah..memerah dan tembem..
Aku rasakan ujung ****** Bapak menyentuh bibir memekku..."owh...Bapak....hmmmmm"...
Dengan satu hentakan....aku terkejut ketika ****** yang besar itu berusaha menembus memekku
"owh....pak...tesa sakit pak...pelan2 aja ya sayang....."
"memek tesa sakit pak...."hanya itu yg kuucapkan...
Bapak mulai mengangkat dan menurunkan tubuhku diatas pangkuannya.
Kurasakan ****** itu begitu lembut menggesek dinding bagian dalam memekku....
Aku pun mulai mencoba menggoyangkan pantat dan pinggulku...
"oohhh...Bapak....terus Pak....tesa enak banget pak....owhh....asshhhh...."
Aku menciumi rambut Bapak..sementara mulut Bapak mengisap2 kedua puting susuku...
Punggungku melengkung menahan nikmatnya ****** Bapak...
Aku terus menggoyangkan pinggul dan pantatku....
Beberapa menit kemudian...aku merasa ada yg mau keluar dari memekku...
Aku mau mencapai klimaksku...
"ah....bapak...terus pak...enak pak....."
"ahh....ssshh....bapak...tesa sayang bapak...."
"oooh....ahhh....sss...Bapak...tesa mau keluar pak..terus...jangan berhenti pak....ohhh...bapaaaaaaaaaaaaaaaakkkk...enaaakkkk bgt paaaaaaakkk........"
sesaat aku lemas....aku merasakan kenikmatan yg luar biasa....
memekku memerah...dan tembem....
Kuciumi bibir Bapak dengan bernafsu..
"Tesa mau lagi pak..enak bgt...."
Tanpa dikomando, aku langsung menungging bertahan pada sisi meja.
Kuarahkan lubang memekku yang merah menganga ke ****** bapak.
Bapak pun langsung menusukkan kontolnya dari belakang....
"owwhhhhhh....bapaaaaaaakkkk"teriakku ketika ****** itu masuk lagi kedalam memekku.
Kepalaku turun naik merasakan kenikmatan ini..
Aku berkeringat...basah...
Mataku merem melek....
Bapak masih terus menggenjot memekku...
"bapak....terus pak.....enak bgt pak....tesa sayang bapak...."
"pak..remas susu tesa pak...remas.....main2in susu tesa pak...."aku memohon pada Bapak.
Tidak lama kemudian, aku kembali merasakan badanku menegang....kakiku lurus....punggungku melengkung....aku orgasme lagi....
dan Bapak semakin dalam mengocok2 kontolnya dalam memekku..
"Oh....bapak....tesa keluar lagi pak....oooohhhhhh....bapaaaaaaakkkkk"
Akupun tertunduk...tersandar di bibir meja....
Bapak mencabut kontolnya dari memekku dan memasukkannya kedalam mulutku.
"kamu isap lagi ya sayang...isap yang kencang...."kata Bapak sambil mengelus2 memekku yang banjir.
"iya pak...tesa mau air mani bapak dalam mulut tesa"jawabku penuh nafsu
Kuisap...kukocok2, ku kulum dan kupelintir ****** Bapak dalam mulutku....sampai Bapak tidak tahan dan memuncratkan maninya didalam mulutku...
"hhmmmm......tesa suka pak...."ujarku sambil terus mengisap ****** dan air mani Bapak.
Kemudian kami berpelukan..aku duduk dipangkuan Bapak
"pak...tesa masi mau lagi...tesa mau lagi..."rengekku
"iya sayang....kapan aja tesa mau..."jawabnya bijaksana.
Begitulah keadaan ku dikantor.
Setiap ada kesempatan berdua, kami selalu saling memuaskan.
Yang pasti...setiap hari, kami selalu bisa oral seks.
Kadang diruangan Bapak, kadang di mobil.
Dan aku menikmati semua yang dilakukan bapak terhadapku.
Aku juga sangat mencintai seks.
Kumpulan cerita seks
Dikantor, ruangan aku dan ruangan bos ku berdekatan.Beliau berusia 46 tahun, berbadan tegap, dan berbulu. Jantan sekali.Kami bertemu tiap hari, dan setiap transaksi, kami selalu melakukannya berdua.
Awalnya, aku tidak punya feeling apa2 ketika setiap kali ke bank si Bapak ( begitu aku biasa memanggil bos ku ) selalu mengajak ku. Ini bisa sampai 2 atau 3 jam. Tidak jarang Bapak juga mengajak ku makan siang diluar.
Karena sering diluar kantor berdua, sebagai lelaki dewasa, mungkin Bapak tertarik dengan tubuh montok dan kulit halusku.Pernah suatu kali aku menangkap mata Bapak sedang mengintip susuku dari sela seragam kantor yg kupakai.Tapi itu berlangsung biasa saja. Akupun senang jika ada lelaki yang memperhatikan tubuhku.
Suatu hari, ketika kami berangkat ke bank, di dalam mobil Bapak berbicara tentang bisnis, dan semuanya. Karena keasyikan ngobrol, tiba2 tangan Bapak memegang daguku dengan sangat lembut sambil berkata " Kamu cantik tesa.."
Sontak aku kaget, dan segera memalingkan mukaku dari Bapak. Setelah itu kami tidak berkata2 lagi sampai balik ke kantor.
Hal ini terjadi berulang ulang tiap kali kami keluar kantor.Kadang Bapak memegang daguku, lenganku, dahi ku, kepalaku, bahkan Bapak pernah membelai leherku.
Aku yang hanya manusia biasa, lama2 tidak lagi mampu menahan hasratku.
Sampai suatu hari pada hari libur, Bapak memintaku untuk tetap datang ke kantor, dengan alasan ada urusan bank.
Tanpa curiga, akupun langsung mengiyakan perintah Bapak.
Keesokan harinya, ketika aku sampai dikantor, Bapak sudah duduk dimeja kerjaku.
"Pagi pak...."tegurku sepeti biasa.
"hm...kamu udah datang.."jawabnya.
" kamu sudah sarapan..?"Bapak lanjut bertanya.
"Kebetulan belum Pak,tadi buru2.."aku menjawab sambil membereskan mejaku.
"Oh..kamu ini...anak gadis telat terus...kebetulan, tadi saya beli sarapan 2...ayo sarapan dlu....kita ke ruangan saya saja..."ujar Bapak berjalan ke arah ruangannya sambil kembali memegang daguku.
Ssssrrr.....aku langsung berdesir...
Aku ikuti langkah Bapak ke ruanganya.
Kami sarapan berdua diruangan itu, berhadap2an.Sambil berbincang2 ringan mengenai pekerjaan.
Setelah sarapan, Bapak meminta ku untuk men cek data kantor yg ada di laptopnya.
Akupun duduk dikursinya, Bapak bergeser kesamping dan duduk di kursi kecil disebelahku.
Aku mulai bekerja, sementara Bapak kulihat sibuk memperhatikan aku.
sekali2 aku tangkap matanya sedang berusaha mengintip susuku.
Tanpa kuduga, Bapak memegang tanganku, dan mengelusnya.Aku bingung....
"Tesa....saya tau kamu senang dekat dengan saya..iya kan..?"katanya sambil mengelus tanganku...dari pergelangan tangan, beranjak naik ke lengan dan bahuku.
Aku hanya diam.
Sesaat kemudian, Bapak makin berani, kali ini dia mengelus pahaku dari balik celana jins ketatku.
"Bapak...lepasin..jangan..." aku coba mengelak.
Tapi Bapak malah makin berani Dia mendekatkan mulutnya ke leherku..dan tiba2...
"hmmm....akkh.....bapak....geli tes Pak..."
Bapak mencium leherku...Hangat...
" Kamu suka..?"tanyanya.
"hm.....Bapak...sshhh..."aku cuma bisa mendesah.
Aku mulai terpancing oleh Bapak.Kurasakan tubuhku merinding.
"Bapak....cium bibir tesa Pak" perintahku pada Bapak.
tanpa menunggu lama, kami sudah saling berciuman.Bibir Bapak mengulum2 bibir merahku, sementara lidah kami saling gulung.
Aku mulai meremas2 susuku sendiri, sambil satu tanganku mengelus2 ****** Bapak dari luar celananya.
"Bapak....tesa mau liat ****** Bapak....bole...?"
"Silakan sayang....saya kasih buat kamu..."
Aku mulai membuka celana Bapak, mengelus2 kontolnya..mengocok2 kontolnya,,,,sementara tangan Bapak meremas2 susuku...sambil sesekali dimasukkannya kedalam celanaku.
Memekku basah...
"Pak....memek tesa basah..."
"hmm....kamu mau saya jilat memek nya..?"
"Mau pak....tesa buka celana dulu ya..."desahku
Dalam waktu singkat, kami berdua sudah telanjang bulat.
Kulihat ****** Bapak yang sudah tegang...kuusap2..ku kocok2 dengan tanganku...
Badanku gemetaran ketika tangan Bapak mengelus memekku.
Aku duduk diatas meja menghadap ke wajah Bapak.
Dengan sigap Bapak menjilat memekku..
"owh....bapak....geli.....ohh....ahkkksss...."
"kamu suka tesa...??"tanya Bapak...
"ho oh...hmmm...."aku tak mampu berkata2 lagi...
Lidah Bapak masuk kedalam memekku....aku merasakan sensasi luar biasa....
Sesekali aku lihat tangan Bapak mengocok2 kontolnya sendiri..
"Bapak...tesa mau isap ****** Bapak....tesa pengen,,,,,"aku mulai berani berinisiatif.
Kemudian aku turun, dan duduk dilantai.Di depan ku ****** Bapak tegak menghadap kewajahku.
Aku langsung memegang ****** Bapak...dan kumasukkan ke mulutku.
Aku isap, aku kulum dengan penuh nafsu...sambil sesekali aku jilat batang ****** Bapak..
Bapak cuma bisa mendesah.."ssshh....tesa...sayang.....oowhh....aaa kkhh..."
"Pak...tesa mau ****** Bapak dalam memek tesa....tesa pengen banget rasain ****** Bapak" aku mulai tidak terkendali.
Kemudian aku berdiri mengangkangi Bapak yg duduk dikursi.
Pelan2 kutuntun ****** Bapak mengarah ke memekku yang sudah basah..memerah dan tembem..
Aku rasakan ujung ****** Bapak menyentuh bibir memekku..."owh...Bapak....hmmmmm"...
Dengan satu hentakan....aku terkejut ketika ****** yang besar itu berusaha menembus memekku
"owh....pak...tesa sakit pak...pelan2 aja ya sayang....."
"memek tesa sakit pak...."hanya itu yg kuucapkan...
Bapak mulai mengangkat dan menurunkan tubuhku diatas pangkuannya.
Kurasakan ****** itu begitu lembut menggesek dinding bagian dalam memekku....
Aku pun mulai mencoba menggoyangkan pantat dan pinggulku...
"oohhh...Bapak....terus Pak....tesa enak banget pak....owhh....asshhhh...."
Aku menciumi rambut Bapak..sementara mulut Bapak mengisap2 kedua puting susuku...
Punggungku melengkung menahan nikmatnya ****** Bapak...
Aku terus menggoyangkan pinggul dan pantatku....
Beberapa menit kemudian...aku merasa ada yg mau keluar dari memekku...
Aku mau mencapai klimaksku...
"ah....bapak...terus pak...enak pak....."
"ahh....ssshh....bapak...tesa sayang bapak...."
"oooh....ahhh....sss...Bapak...tesa mau keluar pak..terus...jangan berhenti pak....ohhh...bapaaaaaaaaaaaaaaaakkkk...enaaakkkk bgt paaaaaaakkk........"
sesaat aku lemas....aku merasakan kenikmatan yg luar biasa....
memekku memerah...dan tembem....
Kuciumi bibir Bapak dengan bernafsu..
"Tesa mau lagi pak..enak bgt...."
Tanpa dikomando, aku langsung menungging bertahan pada sisi meja.
Kuarahkan lubang memekku yang merah menganga ke ****** bapak.
Bapak pun langsung menusukkan kontolnya dari belakang....
"owwhhhhhh....bapaaaaaaakkkk"teriakku ketika ****** itu masuk lagi kedalam memekku.
Kepalaku turun naik merasakan kenikmatan ini..
Aku berkeringat...basah...
Mataku merem melek....
Bapak masih terus menggenjot memekku...
"bapak....terus pak.....enak bgt pak....tesa sayang bapak...."
"pak..remas susu tesa pak...remas.....main2in susu tesa pak...."aku memohon pada Bapak.
Tidak lama kemudian, aku kembali merasakan badanku menegang....kakiku lurus....punggungku melengkung....aku orgasme lagi....
dan Bapak semakin dalam mengocok2 kontolnya dalam memekku..
"Oh....bapak....tesa keluar lagi pak....oooohhhhhh....bapaaaaaaakkkkk"
Akupun tertunduk...tersandar di bibir meja....
Bapak mencabut kontolnya dari memekku dan memasukkannya kedalam mulutku.
"kamu isap lagi ya sayang...isap yang kencang...."kata Bapak sambil mengelus2 memekku yang banjir.
"iya pak...tesa mau air mani bapak dalam mulut tesa"jawabku penuh nafsu
Kuisap...kukocok2, ku kulum dan kupelintir ****** Bapak dalam mulutku....sampai Bapak tidak tahan dan memuncratkan maninya didalam mulutku...
"hhmmmm......tesa suka pak...."ujarku sambil terus mengisap ****** dan air mani Bapak.
Kemudian kami berpelukan..aku duduk dipangkuan Bapak
"pak...tesa masi mau lagi...tesa mau lagi..."rengekku
"iya sayang....kapan aja tesa mau..."jawabnya bijaksana.
Begitulah keadaan ku dikantor.
Setiap ada kesempatan berdua, kami selalu saling memuaskan.
Yang pasti...setiap hari, kami selalu bisa oral seks.
Kadang diruangan Bapak, kadang di mobil.
Dan aku menikmati semua yang dilakukan bapak terhadapku.
Aku juga sangat mencintai seks.
Kumpulan cerita seks
Label:
Cerita,
Cerita Sex Tante,
seksAku,
Tahun,
tessa....umurku
cerita seks-Ternyata hidup itu indah bersama ABG Toket Gede
Kejadian ini berlangsung beberapa minggu yang lalu. Saat itu, hari Jumat sore, aku sedang mengerjakan salah satu proyekku. Seperti biasa untuk refreshing, sambil menyeruput secangkir kopi, aku membaca email email yang masuk. Segera kubalas email permintaan proposal dari pelanggan, dan aku pun kadang tertawa geli membaca email-email joke dari teman-temanku. Tetapi ada satu email yang menarik perhatianku, yaitu dari temanku yang tinggal di Bogor, Andi. Dia sedang suntuk dan mengajakku untuk refreshing ke Puncak saat aku tidak sibuk. Kebetulan besok aku tidak ada acara, hanya perlu mengambil pembayaran ke salah satu klienku. Terlebih lagi Monika, pacarku, juga sedang keluar kota bersama keluarganya.
Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu.
"Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada"
"Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?"
"Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan"
"Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh"
"OK"
Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.
*****
Pagi itu, aku berangkat ke Bogor. Dalam perjalanan, aku mampir ke tempat salah satu klienku di daerah Tebet, untuk mengambil pembayaran proyek yang telah kuselesaikan. Setelah mengambil cek pembayaran, segera aku menuju tol Jagorawi. Sialnya ban mobilku sempat kempes, untungnya hal itu terjadi sebelum aku masuk jalan tol. Akibatnya, sekalipun aku telah memacu mobilku, baru sekitar jam 12.30 aku sampai di rumah Andi.
"Sialan lu.. Gue udah tunggu-tunggu dari tadi, baru dateng". Andi berkata sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya.
"Sorry.. Gue perlu ke klien dulu.. Udah gitu tadi bannya kempes, mesti ganti ban dulu di tengah jalan"
"Anterin gue tambal ban dulu yuk.. Baru kita cabut" sambungku lagi.
"Bentar.. Gue ganti dulu ya". Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke kamarnya.
Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Tak lama Siska, adik Andi, datang membawa minuman.
"Kok udah lama nggak mampir Mas?"
"Iya Sis, habis sibuk.. Mesti cari duit nih" jawabku.
"Mentang-mentang udah jadi pengusaha.. Sombong ya" godanya sambil tertawa kecil. Siska ini memang cukup akrab denganku. Anaknya memang ramah dan menyenangkan. Kami pun bersenda gurau sambil menunggu kakaknya yang sedang bersiap.
Setelah Andi muncul, kami segera berangkat menuju tukang tambal ban terdekat. Setelah beres, aku membawa mobilku menuju sebuah bank swasta untuk mencairkan cek dari klienku. Antrian lumayan panjang hari itu, akibatnya cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sana.
Saat keluar dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00 siang, sehingga aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food untuk makan siang. Di restoran itu, kami bertemu dengan dua gadis ABG cantik yang masih berseragam SMA. Yang seorang berambut pendek, dengan wajah yang manis. Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak hitam, tetapi bersih. Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih dan berambut panjang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling menarik perhatian adalah tubuhnya yang padat. Payudaranya tampak besar menerawang di balik seragam sekolahnya. Kami tersenyum pada mereka dan mereka pun membalas dengan genit.
"Wan.. Kita ajak mereka yuk.." kata Andi.
"Boleh aja kalau mereka mau" jawabku.
"Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih"
"Beres deh"
Andi pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan. Memang Andi ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang terkenal playboy, punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan perawakannya yang lumayan ganteng.
"Lisa.." kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya.
"Ini temannya siapa namanya" tanyaku sambil menatap gadis seksi temannya.
"Novi" kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung kusambut jabatan tangannya yang halus itu.
Aku dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat berbincang-bincang sambil menikmati hidangan masing-masing. Ketika diajak, mereka setuju untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah selesai makan, waktu berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak sedikit bergoyang-goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat habis payudara gadis belia itu.
*****
Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana.
"Lu kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana?" bisik Andi saat kami sedang mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir, karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku.
"Novi" jawabku pendek.
"Hehe.. Lu nafsu liat bodynya ya?" bisik Andi lagi sambil tertawa kecil. Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar.
Setelah kukunci pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi. Langsung kucium bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan gemas meremas gundukan payudaranya. Setelah puas menciumi bibirnya, kuciumi lehernya, dan kemudian segera kubuka kancing baju seragamnya.
"Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya?" godanya.
Tak kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang tampak kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu. Langsung kuhisap dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA cantik ini.
"Ahh.. Ahh" erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras kujilati dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil tangannya yang lain menekan kepalaku ke dadanya.
"Enak Mas.. Ahh" erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.
"Jilati putingnya Mas.." pintanya. Erangannya semakin menjadi dan tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati.
Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau. Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak sabar, kubantu dia membuka seluruh pakaianku.
"Ih.. Mas, gede banget.." desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak di depan wajahnya yang cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku itu.
"Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?"
"Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini." jawabnya. Tampak matanya menatap gemas ke arah kemaluanku.
"Arghh.. Enak Nov.." erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku.
Dijilatinya lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan bernafsu. Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang penisku. Sesekali diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang tiada tara menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa penisku dengan mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi batang kejantananku. Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena capai berdiri, akupun pindah duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok di depanku.
"Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas.." katanya lirih.
Kembali mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang mungil. Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat Novi saat menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas bongkahan daging kenyal itu.
"Nov.., jepit pakai susumu Nov.." pintaku.
Novi langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan kemudian kupompa penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan payudaranya yang besar, sehingga gesekan daging payudaranya memberikan rasa nikmat luar biasa pada penisku.
"Yes.. Yes.." akupun tak kuasa menahan rasa nikmatku. Setelah beberapa lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya, yang disambutnya dengan penuh nafsu.
Setelah puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia untuk bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas rambutnya dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam abu-abunya, kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai mengeluarkan cairan membasahi celana dalamnya. Kusibak sedikit celana dalam itu dan kuusap-usap bibir vagina dan klitorisnya. Tubuh Novi menggelinjang di dalam dekapanku. Erangannya semakin menjadi.
Aku sudah ingin menyetubuhi gadis muda ini. Kubalikkan badannya dan kuminta dia menungging bertumpu di meja rias. Kubuka celana dalamnya sehingga dia hanya tinggal mengenakan baju seragamnya yang kancingnya telah terbuka.
"Ahh.." jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya yang sempit.
"Gila.. Memekmu enak banget Nov.." kataku ketika merasakan jepitan dinding vagina Novi.
Langsung kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara itu, tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya yang membulat. Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi dengan gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah Novi tampak begitu merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang menikmati persetubuhan. Payudaranya pun tampak bergoyang-goyang menggemaskan di balik baju seragamnya yang terbuka.
Bosan dengan posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk membelakangiku dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan rambutnya yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus. Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya.
"Ahh.. Ahh.. Ahh.." erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk dihisapnya.
Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya. Memang enak sekali menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan gemas kulahap bukit kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang berwarna merah muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku menjadi semakin bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara ranumnya, kembali tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya dengan memompa penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang gadis SMA dapat begini binal dalam bermain seks.
Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka baju seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua telah telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis 17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang. Aku pun kemudian mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya.
"Ahh.." erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang kewanitaannya.
Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei ranjang.
"Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh" jeritnya sambil tubuhnya mengejang dalam dekapanku.
Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat. Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu.
Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas payudara gadis SMA yang seksi ini.
*****
Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya, baik di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi sambil berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama lagi, tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari, sementara ada bahan yang masih perlu dipersiapkan.
Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Novi dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang cantik duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha mulusnya, membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya sambil tanganku mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana dalamnya, dan kumainkan vaginanya dengan jemariku.
"Ehmm.." erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.
Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah. Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang.
"Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi" ucapnya lirih.
"Iya habis susu kamu bagus banget" bisikku.
Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat.
"Gantian dong Nov" bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum.
Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga penisku yang telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak tahan untuk menahan erangan nikmatku.
"Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong..". Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas kami di belakang.
"Pindah aja ke sini" kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi penisku.
Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati penisku.
"Di.. Bentar ya nanti gantian.." kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.
"Oke deh bos.." jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut Novi.
"Ayo Lis.. Katanya kamu suka" kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa agar mendekat ke kemaluanku.
"Iya.. Abis gede banget.." katanya sambil dengan imutnya menyibakkan rambut yang menutupi telinganya.
"Ahh.. Yes.." desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku.
Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk mengulum batang kemaluanku.
"Nih gantian Nov.." katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut Novi yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini gantian Lisa yang menjilati dan menciumi buah zakarku.
Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian. Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.
Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik perhatian kendaraan yang melintas di luar sana.
"Ah.." desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak kalah sempit dengan kepunyaan Novi.
Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa.
"Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai.." desahnya. Semakin cepat kuusap-usap klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku.
"Ahh.." erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.
Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.
"Mau gantian Di? " tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang membawa mobilku.
"So pasti dong" jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi.
Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.
"Aku cape ah Mas.." katanya.
Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku tak begitu mempedulikannya lagi.
Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula, sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.
"Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas.." kata Novi manis saat kami akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam lagi he.. He..
"Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak tadi lagi.." kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.
"Sip deh.." jawabku sambil pamit pulang.
Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi kenyataan. Ternyata hidup itu indah.
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu.
"Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada"
"Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?"
"Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan"
"Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh"
"OK"
Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.
*****
Pagi itu, aku berangkat ke Bogor. Dalam perjalanan, aku mampir ke tempat salah satu klienku di daerah Tebet, untuk mengambil pembayaran proyek yang telah kuselesaikan. Setelah mengambil cek pembayaran, segera aku menuju tol Jagorawi. Sialnya ban mobilku sempat kempes, untungnya hal itu terjadi sebelum aku masuk jalan tol. Akibatnya, sekalipun aku telah memacu mobilku, baru sekitar jam 12.30 aku sampai di rumah Andi.
"Sialan lu.. Gue udah tunggu-tunggu dari tadi, baru dateng". Andi berkata sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya.
"Sorry.. Gue perlu ke klien dulu.. Udah gitu tadi bannya kempes, mesti ganti ban dulu di tengah jalan"
"Anterin gue tambal ban dulu yuk.. Baru kita cabut" sambungku lagi.
"Bentar.. Gue ganti dulu ya". Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke kamarnya.
Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Tak lama Siska, adik Andi, datang membawa minuman.
"Kok udah lama nggak mampir Mas?"
"Iya Sis, habis sibuk.. Mesti cari duit nih" jawabku.
"Mentang-mentang udah jadi pengusaha.. Sombong ya" godanya sambil tertawa kecil. Siska ini memang cukup akrab denganku. Anaknya memang ramah dan menyenangkan. Kami pun bersenda gurau sambil menunggu kakaknya yang sedang bersiap.
Setelah Andi muncul, kami segera berangkat menuju tukang tambal ban terdekat. Setelah beres, aku membawa mobilku menuju sebuah bank swasta untuk mencairkan cek dari klienku. Antrian lumayan panjang hari itu, akibatnya cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sana.
Saat keluar dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00 siang, sehingga aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food untuk makan siang. Di restoran itu, kami bertemu dengan dua gadis ABG cantik yang masih berseragam SMA. Yang seorang berambut pendek, dengan wajah yang manis. Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak hitam, tetapi bersih. Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih dan berambut panjang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling menarik perhatian adalah tubuhnya yang padat. Payudaranya tampak besar menerawang di balik seragam sekolahnya. Kami tersenyum pada mereka dan mereka pun membalas dengan genit.
"Wan.. Kita ajak mereka yuk.." kata Andi.
"Boleh aja kalau mereka mau" jawabku.
"Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih"
"Beres deh"
Andi pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan. Memang Andi ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang terkenal playboy, punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan perawakannya yang lumayan ganteng.
"Lisa.." kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya.
"Ini temannya siapa namanya" tanyaku sambil menatap gadis seksi temannya.
"Novi" kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung kusambut jabatan tangannya yang halus itu.
Aku dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat berbincang-bincang sambil menikmati hidangan masing-masing. Ketika diajak, mereka setuju untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah selesai makan, waktu berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak sedikit bergoyang-goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat habis payudara gadis belia itu.
*****
Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana.
"Lu kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana?" bisik Andi saat kami sedang mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir, karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku.
"Novi" jawabku pendek.
"Hehe.. Lu nafsu liat bodynya ya?" bisik Andi lagi sambil tertawa kecil. Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar.
Setelah kukunci pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi. Langsung kucium bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan gemas meremas gundukan payudaranya. Setelah puas menciumi bibirnya, kuciumi lehernya, dan kemudian segera kubuka kancing baju seragamnya.
"Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya?" godanya.
Tak kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang tampak kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu. Langsung kuhisap dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA cantik ini.
"Ahh.. Ahh" erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras kujilati dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil tangannya yang lain menekan kepalaku ke dadanya.
"Enak Mas.. Ahh" erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.
"Jilati putingnya Mas.." pintanya. Erangannya semakin menjadi dan tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati.
Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau. Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak sabar, kubantu dia membuka seluruh pakaianku.
"Ih.. Mas, gede banget.." desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak di depan wajahnya yang cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku itu.
"Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?"
"Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini." jawabnya. Tampak matanya menatap gemas ke arah kemaluanku.
"Arghh.. Enak Nov.." erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku.
Dijilatinya lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan bernafsu. Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang penisku. Sesekali diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang tiada tara menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa penisku dengan mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi batang kejantananku. Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena capai berdiri, akupun pindah duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok di depanku.
"Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas.." katanya lirih.
Kembali mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang mungil. Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat Novi saat menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas bongkahan daging kenyal itu.
"Nov.., jepit pakai susumu Nov.." pintaku.
Novi langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan kemudian kupompa penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan payudaranya yang besar, sehingga gesekan daging payudaranya memberikan rasa nikmat luar biasa pada penisku.
"Yes.. Yes.." akupun tak kuasa menahan rasa nikmatku. Setelah beberapa lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya, yang disambutnya dengan penuh nafsu.
Setelah puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia untuk bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas rambutnya dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam abu-abunya, kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai mengeluarkan cairan membasahi celana dalamnya. Kusibak sedikit celana dalam itu dan kuusap-usap bibir vagina dan klitorisnya. Tubuh Novi menggelinjang di dalam dekapanku. Erangannya semakin menjadi.
Aku sudah ingin menyetubuhi gadis muda ini. Kubalikkan badannya dan kuminta dia menungging bertumpu di meja rias. Kubuka celana dalamnya sehingga dia hanya tinggal mengenakan baju seragamnya yang kancingnya telah terbuka.
"Ahh.." jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya yang sempit.
"Gila.. Memekmu enak banget Nov.." kataku ketika merasakan jepitan dinding vagina Novi.
Langsung kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara itu, tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya yang membulat. Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi dengan gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah Novi tampak begitu merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang menikmati persetubuhan. Payudaranya pun tampak bergoyang-goyang menggemaskan di balik baju seragamnya yang terbuka.
Bosan dengan posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk membelakangiku dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan rambutnya yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus. Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya.
"Ahh.. Ahh.. Ahh.." erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk dihisapnya.
Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya. Memang enak sekali menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan gemas kulahap bukit kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang berwarna merah muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku menjadi semakin bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara ranumnya, kembali tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya dengan memompa penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang gadis SMA dapat begini binal dalam bermain seks.
Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka baju seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua telah telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis 17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang. Aku pun kemudian mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya.
"Ahh.." erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang kewanitaannya.
Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei ranjang.
"Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh" jeritnya sambil tubuhnya mengejang dalam dekapanku.
Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat. Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu.
Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas payudara gadis SMA yang seksi ini.
*****
Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya, baik di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi sambil berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama lagi, tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari, sementara ada bahan yang masih perlu dipersiapkan.
Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Novi dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang cantik duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha mulusnya, membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya sambil tanganku mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana dalamnya, dan kumainkan vaginanya dengan jemariku.
"Ehmm.." erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.
Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah. Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang.
"Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi" ucapnya lirih.
"Iya habis susu kamu bagus banget" bisikku.
Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat.
"Gantian dong Nov" bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum.
Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga penisku yang telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak tahan untuk menahan erangan nikmatku.
"Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong..". Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas kami di belakang.
"Pindah aja ke sini" kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi penisku.
Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati penisku.
"Di.. Bentar ya nanti gantian.." kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.
"Oke deh bos.." jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut Novi.
"Ayo Lis.. Katanya kamu suka" kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa agar mendekat ke kemaluanku.
"Iya.. Abis gede banget.." katanya sambil dengan imutnya menyibakkan rambut yang menutupi telinganya.
"Ahh.. Yes.." desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku.
Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk mengulum batang kemaluanku.
"Nih gantian Nov.." katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut Novi yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini gantian Lisa yang menjilati dan menciumi buah zakarku.
Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian. Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.
Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik perhatian kendaraan yang melintas di luar sana.
"Ah.." desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak kalah sempit dengan kepunyaan Novi.
Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa.
"Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai.." desahnya. Semakin cepat kuusap-usap klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku.
"Ahh.." erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.
Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.
"Mau gantian Di? " tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang membawa mobilku.
"So pasti dong" jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi.
Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.
"Aku cape ah Mas.." katanya.
Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku tak begitu mempedulikannya lagi.
Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula, sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.
"Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas.." kata Novi manis saat kami akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam lagi he.. He..
"Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak tadi lagi.." kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.
"Sip deh.." jawabku sambil pamit pulang.
Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi kenyataan. Ternyata hidup itu indah.
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Label:
Bersama,
Cerita,
Cerita Sex Tante,
Gede,
hidup,
Indah,
seksTernyata,
Toket
cerita seks-Tante Kosanku
Ini adalah cerita nyata ku sekitar 13thn yang lalu... Perkenalkan, sebut saja namaku Tory... sekarang umurku 30thn, sekitar tahun 1997 sd 2000 aku tinggal di daerah semplak bogor... karena aku sekolah di salah satu sekolah kejuruan yang lumayan ternama di daerah itu...
Singkat cerita ketika tahun 98 aku tinggal di sebuat kosan d sekitaran semplak, aku tinggal ber 3 dengan teman yang 1 sekolahan, kamar kami terbilang lumayan lega untuk ukuran anak sekolahan sekitar 3x5m dan ada dapur serta kamar mandinya sendiri... kebetulan letak kamar mandi kami bersebelahan dengan kamar mandi yang punya kosan...
Pemilik kosan kami sebuah keluarga yang bisa di bilang belum terlalu tua, tante kosan umur 27th, dada sekitar 36b, body aduhai, putih bersih.. face mungkin gak terlalu cakep sekitar 6,5 dan bapak kosan sekitar 30than... Bapak kosanku bekerja sebagai peternak ayam, dan sering keluar kota untuk mngantarkan ternaknya... hampir setiap 2 minggu sekali dia baru pulang...
Namanya anak2 terkadang kami suka iseng, pada suatu hari aku tidak sengaja ketika kekamar mandi mendengar suara orang yg mandi dari kamar mandi yang punya kosan, saking penasarannya aku mencoba mengintip, sempat terpikir juga sih takutnya yang mandi adalah bapak kosan,
(oh iya.. lubang kran air ku di paralel dengan kran air kamar mandi sebelah, nah bekas bobokan di dindingnya cukup lebar dan tidak di tutup kembali, jadi kita2 bisa melihat hampir seluruh kamar mandi ibu kosan)
Tapi dasar rejeki ternyata yang mandi tante kosan, agak sedikit takut juga cuma dasar ABG penasaran, bukannya takut malah cuek ngintip... sampe akhirnya aku jadi keseringan ngintip dikala tante mandi....
Ini cerita serunya...
Suatu hari aku terserang demam, aku tidak masuk sekolah....
Tiba2 pintu kosan aku ada yang mengetuk...
tok...tok...tok....
aku buka pintu, ternyata tante kosan yang mengetuk...
aq : Eh tante....
Tnt: Kamu sakit tor???
aq : Iya tante, tau dari mana (jawabku penasaran)
Tnt: tadi si untung sama dede lewat mereka bilang kamu sakit gak masuk, makannya tante tengokin (untung dan dede adalah teman sekamarku)
kamu udah minum obat???
aq : Belum tante
Tnt : mau tante kerokin???
aq : makasih tante....
Tnt : Gak papa kok.. ayo tante kerokin d rumah tante aja
aq : gak usah tante makasih
tiba2 tante langsung saja menarik tanganku ke arah rumahnya yg hanya bersebelahan dengan kosanku...
Singkat cerita lagi aku bener2 di kerokin sama tante kosan, memang bekas kerokannya merah semua, mungkin aku masuk angin.. setelah selesai di kerok dan sedikit di urut, tante ke kamar mandi... aku segera memakai kaosku... tiba2 terdengar teriakan kecil tante dari kamar mandi
tnt : Tory... kamu jangan kemana mana dulu ya, sebentar tunggu tante keluar
aq : (dengan nada polos aku menjawab), Iya tante....
sekitar 2 menit kemudian tante keluar dari kamar mandi langsung menuju kamarnya... ketika aku menoleh aku langsung salah tingkah, ternyata tante hanya mengenakan handuk yang hanya mengelilingi dada dan kewanitaannya, sontak aku jadi salah tingkah....
tnt : Knp tor??? malu?? Kaget atau apa???
aku hanya terdiam sejuta bahasa
tnt : Kamu malu ya, kenapa kalo begini malu, kalo ngintipin tante mandi kamu gak malu
haduhhhh hancur rasanya urat maluku mendengar perkataan tante, ternyata dia tau kalo mandi suka aku intipin
tnt : Gpp tor... tante tau kok.. kamu lagi masa2 pingin tau... kalo tante kasih tau atau pegang aslinya kamu mau gak???
seketika saja sakit flu demam atau masuk angin yang aku alamin sekejap saja langsung hilang, dengan pelan tante menuntun tanganku ke arah dadanya yang masih di balut handuk... haduuuhhhh kenyal2 rasanya.. dadaku pun berdegup kencang, takut, malu tapi pingin pelan2 ku remas dada tante, tantepun duduk di sebelah ku, tiba2 saja tante menyium bibirku, perlahan tapi pasti nafas kami mulai memburu, ku balas ciuman tante sambil meremas2 payudaranya... ku tarik handuk yang menyelimuti tubuhnya.. astaga ternya tante benar2 masih montok dan mulus, pantatnya kencang, perut rata, betisnya kencang... memeknya di penuhi bulu2 yang tidak terlalu lebat tidak juga tipis... tebel2 gimana gitu
perlahan2 terdengar suara desahan kami berdua di kamar tante
tnt : Ssssstttt ahhh nikmat tor.....
aq : ssssaaa mmmaaa torry juga enak tante...
aku usap2 memek tante yang sudah mulai basah, mulai sedikit berani ku masukan jari2 tanganku ke memek tante... tante tambah mengerang
tnt : ssssttttsssss ahhhhh torrr.. nikk matt.... terus tor... terus....
sambil bergerilya tangan tante mencopot celana pendekku sekaligus celana dalemku..... langsung menyibak lah rudalku. tante sedikit memancarkan wajah happy.. mungkin dengan ukuran badanku yang 165cm, tapi berat hanya 45an Kg... tante membayangkan kalo kontolku hanya berukuran kecil... sebenarnya besar juga tidak, tapi untuk anak 17thn saat itu, kontolku panjang sekitar 15an cm dan diameter sekitar 3,5cm.....
Tnt : haduh besar juga ya ****** kamu tor....
aq : memang segini besar tante???.... kok pacar ku gak pernah muji ya
tnt : iya... cukup banget buat tante... malah sedikit lebih besar di banding om....
Tante langsung telentang di atas kasur dengan posisi paha mengangkang... tanpa harus di komando aku langsung melakukan gaya 69, kujilatin memek tante.. ku hisap2... jilat2 sampe sekitar 5mnt
tnt : enak torrrr... enak... terus sayang terus... kamu emang anak kosan yang pintar... sssstttt ahhhhh tante mau di masukin ****** kamu dong tor
aq : iya tante... tapi sebelum itu isep dulu tante... jawabku
tante langsung mengulum kontolku... ohhh nikmat sekali... bahkan lebih nikmat dari hisapan pacar ku...
hanya beberapa menit aku langsung meminta tante tiduran, perlahan tapi pasti kumasukan kanotolku sedikit demi sedikit....
tnt : akkkhhhh ssstttttttt enak tor... terus masukin....
Blesssssss.... masuklah kontolku ke dalam memek tante.... kudiamkan beberapa saat soalnya agak2 seret juga, mungkin bener kalo kontolku sedikit lebih besar dari si om... perlahan2 aku kocok2kan... desahan tante mulai memburu.... akupun terus menambah speed kocokanku.. tante mulai menjerit jerit kecil tanpa kontrol...
tnt : Ohhh sayang enak bangetsssss... enakkkkkk... ohhhh
aq : Enakan mana sama si om tante...
tnt : Enakan punya kamu lah sayang....
tiba2 aku merasakan cakaran dari tangan tante... dan kakinya melingkar kuat di pinggulku sambil berkata
tnt : Torrr ryyy... Tannn Teee mau keluar....
bersamaan itu pula terasa cairan hangat menyelimuti kontolku di dalam memek tante.... karena tanggung aku langsung memecu lagi kocokanku lebih cepat.. sekitar 2 menit kemudia aku mau keluar
Aq : tante Ak ku mau kelluar... pintaku....
tnt : Keluarin di dalem aja tor....
aq : memang gpp tan? (sambil terus mengocok)
tnt : gpp.. kalo hamil bilang aja anak si om
hehehehe... langsung aja aku muntahin air maniku di dalam memek tante... lumayan banyak... setelah itu aku terkapar lemas di atas pelukan tante....
tnt : Gimana sudah enakan badannya tor???
aku hanya tersenyum puas sambil mengangguk lemas....
Setelah kejadian itu, aku hampir setiap hari berhubungan sama tante.... biasanya aku melakukan di saat jam istirahat, karena letak kosanku dengan sekolahanku tidah begitu jauh....
kita melakukannya sampai aku lulus sekolah.... beberapa minggu menjelang ujian akhir... tante memberikan kabar kalo dia sedang hamil 1 bulan,
tnt : sambil berbisik... mungkin ini anak kita tor...
aku langsung kaget... tapi tante langsung bilang...
tnt : tenang aja... om taunya ini anak dia... tante juga gak tau.. ini anak kamu atau si om
ohhh leganya hati ku.... akhirnya aku lulus sekolah.. dan harus pulang tinggal lagi di jakarta... beberapa bulan di awal kelulusan aku masih suka beberapa kali mengajak tante cek in di hotel laras h**i di salabenda....
lama kelamaan kita sudah tak pernah bertemu lagi....
beberapa tahun kemudian aku mendengar kabar jika tante di ceraikan suaminya karena kepergok sedang di pake sama anak kosannya (adik kelasku) semenjak itu aku benar2 gak tau dimana tante tinggal....
mudah2an cerita kisah nyataku bisa membuat agan2 sekalian ngaceng
kalo ceritanya terlalu cepat sama kata2nya yang lebai mohon maklum ya para pembaca.. soalnya ini cerita nyata serta saya bukan penulis... kalo sssttt ah uh ah itu mah desahan karangan ane... untuk menambah imajinasi pembaca gimana nikmatnya gua sama tante
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Singkat cerita ketika tahun 98 aku tinggal di sebuat kosan d sekitaran semplak, aku tinggal ber 3 dengan teman yang 1 sekolahan, kamar kami terbilang lumayan lega untuk ukuran anak sekolahan sekitar 3x5m dan ada dapur serta kamar mandinya sendiri... kebetulan letak kamar mandi kami bersebelahan dengan kamar mandi yang punya kosan...
Pemilik kosan kami sebuah keluarga yang bisa di bilang belum terlalu tua, tante kosan umur 27th, dada sekitar 36b, body aduhai, putih bersih.. face mungkin gak terlalu cakep sekitar 6,5 dan bapak kosan sekitar 30than... Bapak kosanku bekerja sebagai peternak ayam, dan sering keluar kota untuk mngantarkan ternaknya... hampir setiap 2 minggu sekali dia baru pulang...
Namanya anak2 terkadang kami suka iseng, pada suatu hari aku tidak sengaja ketika kekamar mandi mendengar suara orang yg mandi dari kamar mandi yang punya kosan, saking penasarannya aku mencoba mengintip, sempat terpikir juga sih takutnya yang mandi adalah bapak kosan,
(oh iya.. lubang kran air ku di paralel dengan kran air kamar mandi sebelah, nah bekas bobokan di dindingnya cukup lebar dan tidak di tutup kembali, jadi kita2 bisa melihat hampir seluruh kamar mandi ibu kosan)
Tapi dasar rejeki ternyata yang mandi tante kosan, agak sedikit takut juga cuma dasar ABG penasaran, bukannya takut malah cuek ngintip... sampe akhirnya aku jadi keseringan ngintip dikala tante mandi....
Ini cerita serunya...
Suatu hari aku terserang demam, aku tidak masuk sekolah....
Tiba2 pintu kosan aku ada yang mengetuk...
tok...tok...tok....
aku buka pintu, ternyata tante kosan yang mengetuk...
aq : Eh tante....
Tnt: Kamu sakit tor???
aq : Iya tante, tau dari mana (jawabku penasaran)
Tnt: tadi si untung sama dede lewat mereka bilang kamu sakit gak masuk, makannya tante tengokin (untung dan dede adalah teman sekamarku)
kamu udah minum obat???
aq : Belum tante
Tnt : mau tante kerokin???
aq : makasih tante....
Tnt : Gak papa kok.. ayo tante kerokin d rumah tante aja
aq : gak usah tante makasih
tiba2 tante langsung saja menarik tanganku ke arah rumahnya yg hanya bersebelahan dengan kosanku...
Singkat cerita lagi aku bener2 di kerokin sama tante kosan, memang bekas kerokannya merah semua, mungkin aku masuk angin.. setelah selesai di kerok dan sedikit di urut, tante ke kamar mandi... aku segera memakai kaosku... tiba2 terdengar teriakan kecil tante dari kamar mandi
tnt : Tory... kamu jangan kemana mana dulu ya, sebentar tunggu tante keluar
aq : (dengan nada polos aku menjawab), Iya tante....
sekitar 2 menit kemudian tante keluar dari kamar mandi langsung menuju kamarnya... ketika aku menoleh aku langsung salah tingkah, ternyata tante hanya mengenakan handuk yang hanya mengelilingi dada dan kewanitaannya, sontak aku jadi salah tingkah....
tnt : Knp tor??? malu?? Kaget atau apa???
aku hanya terdiam sejuta bahasa
tnt : Kamu malu ya, kenapa kalo begini malu, kalo ngintipin tante mandi kamu gak malu
haduhhhh hancur rasanya urat maluku mendengar perkataan tante, ternyata dia tau kalo mandi suka aku intipin
tnt : Gpp tor... tante tau kok.. kamu lagi masa2 pingin tau... kalo tante kasih tau atau pegang aslinya kamu mau gak???
seketika saja sakit flu demam atau masuk angin yang aku alamin sekejap saja langsung hilang, dengan pelan tante menuntun tanganku ke arah dadanya yang masih di balut handuk... haduuuhhhh kenyal2 rasanya.. dadaku pun berdegup kencang, takut, malu tapi pingin pelan2 ku remas dada tante, tantepun duduk di sebelah ku, tiba2 saja tante menyium bibirku, perlahan tapi pasti nafas kami mulai memburu, ku balas ciuman tante sambil meremas2 payudaranya... ku tarik handuk yang menyelimuti tubuhnya.. astaga ternya tante benar2 masih montok dan mulus, pantatnya kencang, perut rata, betisnya kencang... memeknya di penuhi bulu2 yang tidak terlalu lebat tidak juga tipis... tebel2 gimana gitu
perlahan2 terdengar suara desahan kami berdua di kamar tante
tnt : Ssssstttt ahhh nikmat tor.....
aq : ssssaaa mmmaaa torry juga enak tante...
aku usap2 memek tante yang sudah mulai basah, mulai sedikit berani ku masukan jari2 tanganku ke memek tante... tante tambah mengerang
tnt : ssssttttsssss ahhhhh torrr.. nikk matt.... terus tor... terus....
sambil bergerilya tangan tante mencopot celana pendekku sekaligus celana dalemku..... langsung menyibak lah rudalku. tante sedikit memancarkan wajah happy.. mungkin dengan ukuran badanku yang 165cm, tapi berat hanya 45an Kg... tante membayangkan kalo kontolku hanya berukuran kecil... sebenarnya besar juga tidak, tapi untuk anak 17thn saat itu, kontolku panjang sekitar 15an cm dan diameter sekitar 3,5cm.....
Tnt : haduh besar juga ya ****** kamu tor....
aq : memang segini besar tante???.... kok pacar ku gak pernah muji ya
tnt : iya... cukup banget buat tante... malah sedikit lebih besar di banding om....
Tante langsung telentang di atas kasur dengan posisi paha mengangkang... tanpa harus di komando aku langsung melakukan gaya 69, kujilatin memek tante.. ku hisap2... jilat2 sampe sekitar 5mnt
tnt : enak torrrr... enak... terus sayang terus... kamu emang anak kosan yang pintar... sssstttt ahhhhh tante mau di masukin ****** kamu dong tor
aq : iya tante... tapi sebelum itu isep dulu tante... jawabku
tante langsung mengulum kontolku... ohhh nikmat sekali... bahkan lebih nikmat dari hisapan pacar ku...
hanya beberapa menit aku langsung meminta tante tiduran, perlahan tapi pasti kumasukan kanotolku sedikit demi sedikit....
tnt : akkkhhhh ssstttttttt enak tor... terus masukin....
Blesssssss.... masuklah kontolku ke dalam memek tante.... kudiamkan beberapa saat soalnya agak2 seret juga, mungkin bener kalo kontolku sedikit lebih besar dari si om... perlahan2 aku kocok2kan... desahan tante mulai memburu.... akupun terus menambah speed kocokanku.. tante mulai menjerit jerit kecil tanpa kontrol...
tnt : Ohhh sayang enak bangetsssss... enakkkkkk... ohhhh
aq : Enakan mana sama si om tante...
tnt : Enakan punya kamu lah sayang....
tiba2 aku merasakan cakaran dari tangan tante... dan kakinya melingkar kuat di pinggulku sambil berkata
tnt : Torrr ryyy... Tannn Teee mau keluar....
bersamaan itu pula terasa cairan hangat menyelimuti kontolku di dalam memek tante.... karena tanggung aku langsung memecu lagi kocokanku lebih cepat.. sekitar 2 menit kemudia aku mau keluar
Aq : tante Ak ku mau kelluar... pintaku....
tnt : Keluarin di dalem aja tor....
aq : memang gpp tan? (sambil terus mengocok)
tnt : gpp.. kalo hamil bilang aja anak si om
hehehehe... langsung aja aku muntahin air maniku di dalam memek tante... lumayan banyak... setelah itu aku terkapar lemas di atas pelukan tante....
tnt : Gimana sudah enakan badannya tor???
aku hanya tersenyum puas sambil mengangguk lemas....
Setelah kejadian itu, aku hampir setiap hari berhubungan sama tante.... biasanya aku melakukan di saat jam istirahat, karena letak kosanku dengan sekolahanku tidah begitu jauh....
kita melakukannya sampai aku lulus sekolah.... beberapa minggu menjelang ujian akhir... tante memberikan kabar kalo dia sedang hamil 1 bulan,
tnt : sambil berbisik... mungkin ini anak kita tor...
aku langsung kaget... tapi tante langsung bilang...
tnt : tenang aja... om taunya ini anak dia... tante juga gak tau.. ini anak kamu atau si om
ohhh leganya hati ku.... akhirnya aku lulus sekolah.. dan harus pulang tinggal lagi di jakarta... beberapa bulan di awal kelulusan aku masih suka beberapa kali mengajak tante cek in di hotel laras h**i di salabenda....
lama kelamaan kita sudah tak pernah bertemu lagi....
beberapa tahun kemudian aku mendengar kabar jika tante di ceraikan suaminya karena kepergok sedang di pake sama anak kosannya (adik kelasku) semenjak itu aku benar2 gak tau dimana tante tinggal....
mudah2an cerita kisah nyataku bisa membuat agan2 sekalian ngaceng
kalo ceritanya terlalu cepat sama kata2nya yang lebai mohon maklum ya para pembaca.. soalnya ini cerita nyata serta saya bukan penulis... kalo sssttt ah uh ah itu mah desahan karangan ane... untuk menambah imajinasi pembaca gimana nikmatnya gua sama tante
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
cerita seks-Sex extreme di WC sekolah
Inisialku IS seorang laki-laki & tinggal di Kota T, Ini adalah kisah nyata petualangan ku sewaktu SMA dulu, tepatnya tahun 1999 saat itu usiaku beranjak 19 thn tinggiku 170 dgn BB 55Kg dan wajah sekilas Mirip christian Sugiyono minus agak kurus porsi badan ku.
Aku adalah seorang yg agak pendiam & kurang bergaul dlm lingkungan sekolah, boleh dibilang aku adalah seorang kutu buku & itu dpt kubuktikan dengan keberhasilanku yg selalu masuk ranking 3 besar dikelas. semua ini berawal dari kedekatanku dgn teman wanita sekelasku Sebut saja namanya "Amel" Usia nya beranjak 18 thn tinggi 155 & BB 48 dan sekilas mirip dengan Jane Shalimar. Porsi tubuh TOGE PASAR ( untuk ukuran ank sekolah TOGE nya ini cukuplah matang dgn uk Bra 36 B+). Singkat cerita awalnya aku pacaran juga tidak ada pikiran tuk berbuat yg tidak-tidak dgnnya krn murni aku sangat menyanyangi & mencintai dia. semua ini berawal dari obrolan amel dgn tmn dekatnya widya yg terdengar samar olehku : " Mel kemarin loe nonton di 21 ngapain aja ? ahk ngk ngapa-ngapain kok wid !!! abis si IS diam aja tuh sambil ngemil ( mksd nya aku ). yach....loe nya juga diem aja gitu...., yach gw malu donk wid masa wanita yg mulai duluan...Akh loe ber 2 payah...ngk kaya gw ama roy...!
akupun bergegas keluar kelas sejenak tuk ke WC dan cuci muka sejenak..., didlm wc ku berfikir " apa maksud pembicaraan mereka tadi yach ??? bel masuk istirahat pun berbunyi & bergegas ku kembali ke kelas.
jam 13.30 teng bel pulang berbunyi, segera ku dekati amel & menanyakan maksud dan arti semua pembicaraan yg tadi aku dengar. Amel pun menjelaskan klo aku tuh dibilang payah ama widya krn didalam 21 ngk ngapa-ngapain !!!!! akupun balik bertanya maksudnya ngapain itu apa ??? Amel pun menjawab + berlari dariku " ngk megang, raba & nyium "
Aku pun terdiam sejenak mengartikan sendiri perkataan amel. nurani laki-laki ku pun berontak tak terima aku di bilang payah & ngk punya nafsu selain ama buku. ku berlari dan menghampiri amel tuk minta maaf atas kejadian kemarin !!! dan amel pun menjawab seakan menantangku " Emang nya klo km minta maaf trus km berani mencium aku " di tantang seperti itu semakin membuatku marah + horny " ayo siapa takut....!!! akhirnya ku gandeng dia pulang sekolah & melewati belakang sebuah Hall basket dekat sekolah ku, di sinilah semuanya di mulai setelah melihat situasi yg cukup sepi ku beranikan untuk memeluk & merabanya serta mencium bibirnya ( gila inilah pertama kalinya aku merasakan meraba seluruh tubuh wanita walaupun msh berpakaian lengkap) ada sekitar 5 menit aku meraba tubuh amel yg montok serta permainan bibir amel yang sangat liar hampir ngos-ngosan aku meladeni permainan bibir amel yg selalu berusaha menarik lidahku dengan sedotan bibirnya. setelah kami terpuaskan walaupun hanya 5 menit akupun bergegas pulang tuk mengantar amel pulang.
keesokan harinya hubungan ku & amel pun semakin mesra dan akupun semakin dekat dgn nya. hari ini pulang sekolah agak sore krn aku dan amel hrs mengikuti Pendalaman materi tuk persiapan EBTANAS.
bel pulang berbunyi akupun segera menghampiri amel "yuk kita pulang" kata amel !!! aku pun jawab ntar aja mel ada yg ingin aku bicarakan.... yach udah sekalian kita pulang aja kan bisa...., aku pun mengulur waktu sekalian liat situasi kelas yg sdh sepi..., setelah semua kondisi terasa aman langsung aja aku tubruk amel dan langsung memeluk serta merabanya secara liar dan amel pun berusaha berontak "apa-apaan sih yang jgn disini ahk kan terbuka gini tempatnya" aku ngk pedulikan ucapannya, Darah berdesir semakin kencang ingin melampiaskan nafsu yg sudah kupendam, Ku raba & ku cium bibirnya terus menerus walaupun ada perlawanan darinya berusaha melepaskan diri dari dekapanku. semakin berontak semakin membabi buta kuhasratkan nafsuku pada amel, langsung aja ku remas toket besarnya dan ku usapkan selangkangan dan perlawanan pun semakin kendor, aku merasa amel sdh mulai bisa menerima dan ikut terbawa nafsu akibat seranganku. trus ku buka kancing seragam sekolahnya dan mulai merasuki toketnya yg terasa sangat empuk dan ku usap dan kujilati ujung pentilnya yg lumayan besar seukuran kelereng yg paling kecil, amel pun semakin mengelinjang ketika ku jilati penti & kuangkat roknya serta tanganku mulai mengusap memeknya yg terasa sangat basah ketika ku usap celana dalam nya. ku bisikan ke telinga amel tuk membuka celana dalam nya " jgn disini yang.... nanti ketauan katanya " akupun berinisiatif tuk mengiring amel ke WC sekolah ( setelah liat kanan-kiri oke) aku & amel pun bergegas msk ke dlam WC sekolah...., entahlah apa yg ada dibenak ku & amel saat itu yg ada hanyalah kenikmatan yg ingin segera tertuntaskan. (padahal WC disekolahan kami terkenal dgn angkernya & sering siswi perempuan kesurupan setelah memasuki Wc di sekolah kami tsB) ahkk... peduli setan krn kami berdua juga setan...hahahahahaha...!!!!! lanjut Gan.., Langsung aku kunci dr dalam wc itu dan aku pun msk ke kamar mandinya & kembali aku kunci dr dalam ku buka kembali kancing seragam amel dan ku angkat Cup Bra nya dan kuremas dan kujilati dgn nikmat ( gila gede bgt nih toket ku raba dgn kedua tangan ku tak dapat menutupi besarnya toket amel) semakin leluasaku aku bergerak & amel pun tdk tinggal diam, kembali dia memainkan bibirnya tuk mencium dan menarik lidahku dgn buas..., aku pun semakin panas ku usapkan kembali dan segera melorotkan celana dalam amel tanpa meminta ijin dulu..., kuusap memeknya yg ditumbuhi bulu agak lebat, segera ku berpaling kebawah ( oh ini tuh bentuk memek.... gila semakin terangsang ku melihatnya..., tanpa ba,,bo,,bu langsung ku raba & jilati memek amel ( Amel tersentak kaget & berusaha ngedorong mukaku dari memeknya ) ihhkkkk... Gw mau ahkk yang..!!!! akupun sontak berhenti, ada apa gerangan & bertanya ( knp mel..??? sakit yach...) amel pun menjawab ( enak kok yang..., tapi aku kan malu...!! mang km ngk jorok apa ngejilati memek aku..???) aku pun jawab dgn lembut " mel aku kan pacar km & aku sayang ama km " jadi aku hrs bisa buat km senang & bahagia dan aku juga ngk merasa jorok menjilati memek km... aku suka kok...( Boleh di bayangin gan..... Gimana aroma memek yg satu hari penuh belum di bersihin....agak asem dgn aroma yg agak bacin...wkwkwwkwkwk) tapi klo yg namanya nafsu dah di ubun-ubun pake aja istilah "tai kucing aja berasa coklat" hehehehehehe.......Lanjut Gan ????
Amel pun segera menarik Rok nya ke atas dan membiarkan aku menjilati kembali memeknya ( dgn posisi amel bersandar di tembok dan aku berjongkok dan ku sandarkan satu kakinya ke punggung ku biar sedikit terbuka selangkangannya) lidahku pun tak henti menjilati & menyeruput seluruh bagian memek amel dan kedua tanganku bertumpu di kedua toketnya meraba serta menarik pentiknya dengan sedikit liar dan amel pun terasa sangat menukmati permaianan ku dengan nafasnya yg sdh tidak beraturan " ohhh...ohh...enak yank....trussssss. yank...., 15 mnt berselang amel seperti berhenti bernafas & terasa kejang badannya, amel pun segera menarik kepalaku dari memeknya dan bilang Cukup yank....(aku pun kaget kenapa lagi nih...???? apa tak sengaja mengigit memeknya ) amel pun bilang dia puas " aku sdh keluar yank..." amel pun segera menarik aku tuk berdiri & memeluk aku dgn sangat lembut.... terima kasih yach yank.....
Justru aKu tambah bingung !!!! ( lah ini kontolku msh tegak berdiri ) aku pun segera mengarahkan kontolku ke mulut amel..., tapi ternyata amel menolak katanya jijik....yach udah aku arahkan lagi aja ke memeknya..., kembali dia menolak..."jgn yank...aku msh perawan " !!!! gila..... kentang nih....!!!!! langsung aja aku inisiatif yach udah km kocokin aja pake ludah kamu..., " ( amel mengangguk tanda setuju ) ternyata 5 mnt berlalu tak ada kunjung nih ****** mo muncrat ( amel mulai ngeluh cape..) yach udah km menghadap tembok aja deh " km mo ngapain yank....jgn dimasukin ke memek aku yach ????" aku jawab "yach udah ngk !!!! ( dgnm posisi berdiri membelakangi ku ku arahkan kontolku ke belahan paha amel yg montok ) ku sodok maju mundur sambil kedua tanganku memegangi pinggulnya agar sodokannya terasa nikmat dan pas !!!! kembali 5 mnt tdk ada tanda ****** nih mo muncrat aku pun bersikeras meminta amel tuk sepongbob kontolku ( bersamaan dgn itu terdengar suara Adzan magrib ) gilaa..... tak terasa sdh Pkl 18.15wib) aku pun sontak kaget dan amel pun terlihat sedikit mengeluarkan air mata (kami pun segera membereskan kembali seragam sekolah dan nergegas meningalkan Wc sekolah tuk pulang....
di perjalanan pulang ku meminta maaf sm amel dgn apa yg terjadi tadi...., tapi dia hanya diam saja ( aku tdk tahu mungkin dia marah sama ku) samapai ku antar pulang pun dia hanya diam dan membisu...
Ini baru session 1 sorry nih U/ para suhu klo tread ane kurang berkenan & krg seru !!!! krn ane msh Nuwbie
( biar bgmn pun ini kisah nyata ane Gan....)
ntar ane lanjutkan ke cerita yg lbh menantang & agk extreem.
Session 2 Sex Extreme di rumah Amel. ( Real Story)
----------
Klo berkenan dgn cerita ini kasih komen donk !!!!!
Or Biar segerrrrrrrr....!!!!!!
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Aku adalah seorang yg agak pendiam & kurang bergaul dlm lingkungan sekolah, boleh dibilang aku adalah seorang kutu buku & itu dpt kubuktikan dengan keberhasilanku yg selalu masuk ranking 3 besar dikelas. semua ini berawal dari kedekatanku dgn teman wanita sekelasku Sebut saja namanya "Amel" Usia nya beranjak 18 thn tinggi 155 & BB 48 dan sekilas mirip dengan Jane Shalimar. Porsi tubuh TOGE PASAR ( untuk ukuran ank sekolah TOGE nya ini cukuplah matang dgn uk Bra 36 B+). Singkat cerita awalnya aku pacaran juga tidak ada pikiran tuk berbuat yg tidak-tidak dgnnya krn murni aku sangat menyanyangi & mencintai dia. semua ini berawal dari obrolan amel dgn tmn dekatnya widya yg terdengar samar olehku : " Mel kemarin loe nonton di 21 ngapain aja ? ahk ngk ngapa-ngapain kok wid !!! abis si IS diam aja tuh sambil ngemil ( mksd nya aku ). yach....loe nya juga diem aja gitu...., yach gw malu donk wid masa wanita yg mulai duluan...Akh loe ber 2 payah...ngk kaya gw ama roy...!
akupun bergegas keluar kelas sejenak tuk ke WC dan cuci muka sejenak..., didlm wc ku berfikir " apa maksud pembicaraan mereka tadi yach ??? bel masuk istirahat pun berbunyi & bergegas ku kembali ke kelas.
jam 13.30 teng bel pulang berbunyi, segera ku dekati amel & menanyakan maksud dan arti semua pembicaraan yg tadi aku dengar. Amel pun menjelaskan klo aku tuh dibilang payah ama widya krn didalam 21 ngk ngapa-ngapain !!!!! akupun balik bertanya maksudnya ngapain itu apa ??? Amel pun menjawab + berlari dariku " ngk megang, raba & nyium "
Aku pun terdiam sejenak mengartikan sendiri perkataan amel. nurani laki-laki ku pun berontak tak terima aku di bilang payah & ngk punya nafsu selain ama buku. ku berlari dan menghampiri amel tuk minta maaf atas kejadian kemarin !!! dan amel pun menjawab seakan menantangku " Emang nya klo km minta maaf trus km berani mencium aku " di tantang seperti itu semakin membuatku marah + horny " ayo siapa takut....!!! akhirnya ku gandeng dia pulang sekolah & melewati belakang sebuah Hall basket dekat sekolah ku, di sinilah semuanya di mulai setelah melihat situasi yg cukup sepi ku beranikan untuk memeluk & merabanya serta mencium bibirnya ( gila inilah pertama kalinya aku merasakan meraba seluruh tubuh wanita walaupun msh berpakaian lengkap) ada sekitar 5 menit aku meraba tubuh amel yg montok serta permainan bibir amel yang sangat liar hampir ngos-ngosan aku meladeni permainan bibir amel yg selalu berusaha menarik lidahku dengan sedotan bibirnya. setelah kami terpuaskan walaupun hanya 5 menit akupun bergegas pulang tuk mengantar amel pulang.
keesokan harinya hubungan ku & amel pun semakin mesra dan akupun semakin dekat dgn nya. hari ini pulang sekolah agak sore krn aku dan amel hrs mengikuti Pendalaman materi tuk persiapan EBTANAS.
bel pulang berbunyi akupun segera menghampiri amel "yuk kita pulang" kata amel !!! aku pun jawab ntar aja mel ada yg ingin aku bicarakan.... yach udah sekalian kita pulang aja kan bisa...., aku pun mengulur waktu sekalian liat situasi kelas yg sdh sepi..., setelah semua kondisi terasa aman langsung aja aku tubruk amel dan langsung memeluk serta merabanya secara liar dan amel pun berusaha berontak "apa-apaan sih yang jgn disini ahk kan terbuka gini tempatnya" aku ngk pedulikan ucapannya, Darah berdesir semakin kencang ingin melampiaskan nafsu yg sudah kupendam, Ku raba & ku cium bibirnya terus menerus walaupun ada perlawanan darinya berusaha melepaskan diri dari dekapanku. semakin berontak semakin membabi buta kuhasratkan nafsuku pada amel, langsung aja ku remas toket besarnya dan ku usapkan selangkangan dan perlawanan pun semakin kendor, aku merasa amel sdh mulai bisa menerima dan ikut terbawa nafsu akibat seranganku. trus ku buka kancing seragam sekolahnya dan mulai merasuki toketnya yg terasa sangat empuk dan ku usap dan kujilati ujung pentilnya yg lumayan besar seukuran kelereng yg paling kecil, amel pun semakin mengelinjang ketika ku jilati penti & kuangkat roknya serta tanganku mulai mengusap memeknya yg terasa sangat basah ketika ku usap celana dalam nya. ku bisikan ke telinga amel tuk membuka celana dalam nya " jgn disini yang.... nanti ketauan katanya " akupun berinisiatif tuk mengiring amel ke WC sekolah ( setelah liat kanan-kiri oke) aku & amel pun bergegas msk ke dlam WC sekolah...., entahlah apa yg ada dibenak ku & amel saat itu yg ada hanyalah kenikmatan yg ingin segera tertuntaskan. (padahal WC disekolahan kami terkenal dgn angkernya & sering siswi perempuan kesurupan setelah memasuki Wc di sekolah kami tsB) ahkk... peduli setan krn kami berdua juga setan...hahahahahaha...!!!!! lanjut Gan.., Langsung aku kunci dr dalam wc itu dan aku pun msk ke kamar mandinya & kembali aku kunci dr dalam ku buka kembali kancing seragam amel dan ku angkat Cup Bra nya dan kuremas dan kujilati dgn nikmat ( gila gede bgt nih toket ku raba dgn kedua tangan ku tak dapat menutupi besarnya toket amel) semakin leluasaku aku bergerak & amel pun tdk tinggal diam, kembali dia memainkan bibirnya tuk mencium dan menarik lidahku dgn buas..., aku pun semakin panas ku usapkan kembali dan segera melorotkan celana dalam amel tanpa meminta ijin dulu..., kuusap memeknya yg ditumbuhi bulu agak lebat, segera ku berpaling kebawah ( oh ini tuh bentuk memek.... gila semakin terangsang ku melihatnya..., tanpa ba,,bo,,bu langsung ku raba & jilati memek amel ( Amel tersentak kaget & berusaha ngedorong mukaku dari memeknya ) ihhkkkk... Gw mau ahkk yang..!!!! akupun sontak berhenti, ada apa gerangan & bertanya ( knp mel..??? sakit yach...) amel pun menjawab ( enak kok yang..., tapi aku kan malu...!! mang km ngk jorok apa ngejilati memek aku..???) aku pun jawab dgn lembut " mel aku kan pacar km & aku sayang ama km " jadi aku hrs bisa buat km senang & bahagia dan aku juga ngk merasa jorok menjilati memek km... aku suka kok...( Boleh di bayangin gan..... Gimana aroma memek yg satu hari penuh belum di bersihin....agak asem dgn aroma yg agak bacin...wkwkwwkwkwk) tapi klo yg namanya nafsu dah di ubun-ubun pake aja istilah "tai kucing aja berasa coklat" hehehehehehe.......Lanjut Gan ????
Amel pun segera menarik Rok nya ke atas dan membiarkan aku menjilati kembali memeknya ( dgn posisi amel bersandar di tembok dan aku berjongkok dan ku sandarkan satu kakinya ke punggung ku biar sedikit terbuka selangkangannya) lidahku pun tak henti menjilati & menyeruput seluruh bagian memek amel dan kedua tanganku bertumpu di kedua toketnya meraba serta menarik pentiknya dengan sedikit liar dan amel pun terasa sangat menukmati permaianan ku dengan nafasnya yg sdh tidak beraturan " ohhh...ohh...enak yank....trussssss. yank...., 15 mnt berselang amel seperti berhenti bernafas & terasa kejang badannya, amel pun segera menarik kepalaku dari memeknya dan bilang Cukup yank....(aku pun kaget kenapa lagi nih...???? apa tak sengaja mengigit memeknya ) amel pun bilang dia puas " aku sdh keluar yank..." amel pun segera menarik aku tuk berdiri & memeluk aku dgn sangat lembut.... terima kasih yach yank.....
Justru aKu tambah bingung !!!! ( lah ini kontolku msh tegak berdiri ) aku pun segera mengarahkan kontolku ke mulut amel..., tapi ternyata amel menolak katanya jijik....yach udah aku arahkan lagi aja ke memeknya..., kembali dia menolak..."jgn yank...aku msh perawan " !!!! gila..... kentang nih....!!!!! langsung aja aku inisiatif yach udah km kocokin aja pake ludah kamu..., " ( amel mengangguk tanda setuju ) ternyata 5 mnt berlalu tak ada kunjung nih ****** mo muncrat ( amel mulai ngeluh cape..) yach udah km menghadap tembok aja deh " km mo ngapain yank....jgn dimasukin ke memek aku yach ????" aku jawab "yach udah ngk !!!! ( dgnm posisi berdiri membelakangi ku ku arahkan kontolku ke belahan paha amel yg montok ) ku sodok maju mundur sambil kedua tanganku memegangi pinggulnya agar sodokannya terasa nikmat dan pas !!!! kembali 5 mnt tdk ada tanda ****** nih mo muncrat aku pun bersikeras meminta amel tuk sepongbob kontolku ( bersamaan dgn itu terdengar suara Adzan magrib ) gilaa..... tak terasa sdh Pkl 18.15wib) aku pun sontak kaget dan amel pun terlihat sedikit mengeluarkan air mata (kami pun segera membereskan kembali seragam sekolah dan nergegas meningalkan Wc sekolah tuk pulang....
di perjalanan pulang ku meminta maaf sm amel dgn apa yg terjadi tadi...., tapi dia hanya diam saja ( aku tdk tahu mungkin dia marah sama ku) samapai ku antar pulang pun dia hanya diam dan membisu...
Ini baru session 1 sorry nih U/ para suhu klo tread ane kurang berkenan & krg seru !!!! krn ane msh Nuwbie
( biar bgmn pun ini kisah nyata ane Gan....)
ntar ane lanjutkan ke cerita yg lbh menantang & agk extreem.
Session 2 Sex Extreme di rumah Amel. ( Real Story)
----------
Klo berkenan dgn cerita ini kasih komen donk !!!!!
Or Biar segerrrrrrrr....!!!!!!
Teman Onani,cerita dewasa,cerita seks tante,cerita seks 2013, kumpulan cerita sex,cerita sex dewasa, cerita seks dewasa,tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex,cerita kenikmatan,cerita bokep,cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi,cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep
gimana sudah hot ? ingin yang lebih hot ...? klik disini
Kumpulan cerita seks
Label:
Cerita,
Cerita Sex Tante,
extreme,
sekolah,
seksSex
Langganan:
Postingan (Atom)