Tampilkan postingan dengan label Perawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

Cerita Seks Panas Aku ML Dengan Pembantuku Yang Masih Perawan

Cerita Seks Dewasa ini berawal ketika Kegemaranku menonton film panas porno berawal dari penemuan tidak terduga dibalik tumpukan lipatan sarung didalam lemari kamar om saya pada awal sekolah menengah atas atau SMA kelas satu. berhubung dulunya satu-satunya media pemutar vcd-vcd pono tersebut ada di TV utama ruang tengah rumah saya, setiap malam saya ‘berkeliaran’ setelah seluruh penghuni rumah tertidur pulas. dari hari kehari, saya selalu penasaran dengan setiap ‘penemuan film seks’ baru saya, dan terkadang perlu menunggu waktu lama untuk bisa menonton film-film hot baru koleksi om saya tersebut.

Pada suatu hari, seluruh keluarga berpergian keluar kota, saya tidak ikut serta dalam perjalan inap 2 hari tersebut dengan alasan ada janji temu dengan teman-teman besok harinya. namun sayang, dirumah kebetulan mempekerjakan seorang ‘asisten ibu’ (untuk memperhalus kata pembokat), jadi saya tetap tidak leluasa untuk menonton film Panas Dewasa temuan saya dan tetap perlu menunggu waktu yang tepat.

haripun berganti malam, saya sangat penasaran dengan film baru ini, dan memutuskan untuk memutar film pada tengah malam seperti biasa namun tingkat kewaspadaan sedikit berkurang dari biasanya. mulailah saya memutar film demi film yang sangat membuat konak.kreeeekkk.. (pintu kamar Asisten Ibu terbuka).saya pun kaget bukan kepalang beserta panik tiada tara.berhubung kamar sang AI tepat berada disamping ruang tengah rumah saya.sial…remote VCD playernya macet..filmpun terus berputar. namun saya beruntung, sang AI sedang ngantuk berat sehingga tidak terlalu memperhatikan apa yan sedang saya tonton, dan diapun terus menuju kamar mandi untuk buang air.sekembalinya dia ke kamar, saya dapat mengatasi permasalahan pada remote tersebut. dan seolah-olah saya sedang nonton berita malam.dia pun kembali tidur dikamarnya.

film pun hampir selesai ditonton semua. biasanya berakhir pada membuat bersin burung.namun kali ini lain, jantung saya berdegup kencang, memiliki hasrat untuk melihat barang wanita secara langsung, berhubung belum pernah.otak iblis saya memberi sinyal untuk mencoba mengintip barang sang AI.tanpa berpikir panjangpun saya memberanikan diri untuk memasuki kamarnya yang wangi.


kreeekkk..dia terlelap pulas. jantungpun semakin tidak menentu dengan pikiran-pikiran jahat yang telah terlintas dibenak.sayapun mengendap mendekatinya. dia mengenakan pakaian tidur tipis warna coklat. dia tidur terlentang, sehingga memudahkan saya memulai aksi saya.saya mengelus wajahnya yang lumayan cantik, mulus sekali. dan tertarik untuk memegang payudaranya yang terlihat putingnya, karena dia sepertinya tidak mengenakan bra ketika tidur.saya buka perlahan kancing bajunya, dan merentagkannya lebar. tertampak lah buah dada yang kencang berisi, putingnya yang berwarna merah kecoklatan pun terlihat jelas. saya pun semakin tak karuan, nafas, detak jantung, semuanya.kemudian saya mencoba menurunkan celana pendekny, berhubung dipinggang hanya berbahan karet elasti, jadi mudah bagi saya untuk menurunkannya.wooww..saya terkejut ternyata dia tidak mengenakan pakaian dalam, nampaklah vagina dengan rambut yang sangat sangat jarang dan tampak tidak pernah dicukur itu, sangat bersih dan mulus kelihatannya. berhubung warna kulitnya adalah sangat putih, vaginanya berwana merah.itu pertama kali saya melihat vagina secara langsung, namun berkeinginan untuk meneruskan aksi saya malam itu. mumpung..sang AI pun masih terlelap, jadi kenapa tidak melanjutkan pekerjaan setengah jalan ini?saya pun mulai memegangi puting, payudara dan vagina yang saya dambakan itu secara berurutan. mulusnya.burung saya semakin berasa terbang.lama kelamaan vaginanya menjadi basah dan sangat hangat.terkagetlah saya ketika sang AI tersadar dan duduk sambil bertanya

“mas Dani, sedang apa? kenapa saya jadi ‘begini’?…”a..aa..anu.. emm.. ” saya terbata-bata tak bisa menjelaskan.”kamu mau apa? mau memperkosa saya?” tanyanya lagi.”maaf, saya g bermaksud begitu, tadinya cuma…cuma…” jawab saya.”cuma terangsang? habis nonton film jorok khan tadi?” tanyanya.Dan sayapun terkaget, ternyata dia tahu saya tadi menonton film porno.”saya tahu kok, dan saya sering ikut lihat secara diam-diam” dia berujar.”Maaf, saya tadi cuma penasaran ingin melihat secara langsung apa yang ada di dalam film itu, cuma mau lihat vagina saja, sebab saya blum pernah” saya menyela.”ya sudah, tak apa-apa” jawabnya tanpa membetulkan pakaiannya yang terbuka.”kalau mau, saya tak apa-apa telanjang buat mas Dani, bahkan melayani lebih pun tak jadi masalah” tambahnya.”namun saya memiliki permintaan, saya ingin memberi hadiah buat keluarga saya untuk akhir tahun ini” pintanya.”apa itu?” tanya saya”saya ingin memberi uang lebih dari gaji saya untuk makan dan beli baju baru buat keluarga saya” jawabnya.

dan sayapunmenyanggupi permintaannya dengan mempergunakan uang tabunganku..

sang AI, yang bernama Sarah itu masih belia, berumur sekitar 18 tahun, berkulit putih bersih dan memiliki tubuh langsing yang sangat terawat. bersedia untuk melepaskan seluruh pakaian tanpa terkecuali dan melayani saya.sayapun meminta untk eksekusi di dalam kamar tidur saya saja. dia pun mengiyakan.

sesampainya dikamar saya, dia yang telah tidak berpakaian itu membantu saya melepaskan pakaian sepenuhnya hingga kamipun bertelanjang bulat.berbaringlah dia diatas ranjang”silahkan mas” ujarnya sembari meletakkan kedua tangannya pada selngakngannya dan membuka lubang kenikmatannya yang merah merona.

saya pun menghampiri tanpa basa-basi, mungkin karena iblis telah merasuk dan menguasai tubuhku.saya yang belum pernah melihat vagina secara langsung, sekarang ditantang untuk melakukan ‘gulat’ layaknya spasang suami istri.

Cerita Seks – Saya mengawali dengan mengecup bibirnya yang merah kecoklatmudaan. sembari meremas payudara dan mengelus putingny yang keras.kemudian turun mengecup leher, turun ke payudara dan menjilati bagian putingnya. dia pun mendesis. “ahh,, mass”ciuman saya turun keperut dan berlanjut ke pinggir vaginanya.awalnya saya ragu untuk melakukan ini, karena dalam pikir saya vagina itu bau, ternyata beda dengan barang milik Sarah.harum, mungkin sewaktu dia ke kamar mandi dia mengenakan pembersih vagina.saya mulai menciumi bibir vaginanya, sampai membuat dia menjambak rambutku. sembari mendesah keras.Ahhh..Aaahhh.. (berhubung rumah kosong, jadi tidak ada rasa khawatir pada kami bersua)saya mulai mejilat lubang vaginanya yang sudah sangat basah itu.”Aawww.. Ahhh.ahh.aaahhh..” desahnya.”mas Dani, setubuhi saya sekarang ya. saya sudah ga kuat.”tanpa ragu, sayapun mengarahkan penis saya yang berukuran 16cm ke arah vagina Sarah, saya tancapkan perlahan, namun tak muat, curiga, dia masih perawan, dan… blessss..”Arghhh…” teriaknya nikmat namun kesakitan.ternyata bernar, dia masih perawan. “bentar mas.. sakit.. aw” pintanya.sayapun mengehentikan aksi saya sejenak.”lagi mas” pintanya lagi.dan pada saat itu saya benamkan seluruh burung saya kedalam vaginanya.berayun berirama keluar masuk dinding vaginanya yang sangat becek dan semakin kencang saya mengocok terdengar sekali suara becek tersebut.”Ahhh… ahh..ahhh.. emmm.. mas Dani.. ughhhh..”desahan demi desahan tercipta dari bibir mungilnya.”saya mau ‘keluar’” saya berkata.”lepasin mas, jangan didalam, berbaring yah” pintanya.saya pun melepaskan kenikmatan pertamakali saya tersebut dan berbaring sesuai mintanya.Sarah menghampiri penis saya dan mengocoknya secara telaten, sangat nikmat.”mau keluar” kataku.diapun berbalik badan berposisi 69, membuka mulutnya dan menghisap penisku.Srott,,srottt,,srooootttttttttttttttttsperma keluar begitu nikmatnya sambil melihat vagina indah Sarah yang merekah setelah berhubungan itu persis dihadapan saya, indah sekali.”saya mau mandi dulu y mas”. katanya

sayapun mengiyakan namun hanya terbaring lemas seperti dikuras habis tenaga, seselesainya ‘pertandingan’ dengan AI yang memakan waktu lebih dari 20menit. sayang dia tidak mempersilahkan saya menuju ronde kedua.

diapun beranjak dari kamar saya dan mandi.

seorang AI bisa sangat telaten berhubungan intim, padahal dia masih perawan. kok bisa yah? tanyaku dalam hati

ternyata menurut pengakuannya, dia sering melihat saya menonton BF dan ikut memperhatikan dan itu membuatnya sangat terangsang untuk berhubungan, dan berkeinginan untuk menirukannya pada malam itu.

keperjakaan sayapun hilang seiring hilangnya keperawanan AI saya yang cantik dan langsing. namun tak disesali karena kenikmatan pertama saya sangatlah luarbiasa (menurut saya).di lain haripun kami sering melakukannya disaat rumah ditinggal para penghuni utama.


Cerita Dewasa - Cerita sex - Gadis montok cewek Binal Indonesia telanjang bugil

Darah Perawan Calon Sekretaris - Cerita Panas


Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan 'istriku' kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul. setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.

Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, "Buka dong kacanya.." Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.

Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya, "Kamu ngapain kerja di sini?"
"Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba."
"Ya, boleh aja", jawab istriku.
"Gimana mau?" tanyaku kepada gadis itu.
"Mau.. mau Mas", katanya.

Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin 'berkenalan' dengannya. Ia sangat setuju dan antusias.

Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa saat kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali akrab dengan istriku karena ternyata berasal dari daerah yang sama yaitu **** (edited), Jawa Barat. Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.

Setelah cerita kesana-kemari akhirnya obrolan kami menjurus ke masalah seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. Singkat cerita dia masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Keingintahuannya terhadap masalah seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak dingin dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam masalah seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin membuat photo ketika 'bercinta'.

"Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya", ajak istriku.
"Nih kamu pakai kimono satunya", kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian aku menghampiri istriku langsung memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Istriku mengerang menikmatinya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika aku menolehnya.

Setelah aku mengajarinya bagaimana menggunakan kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Akhirnya istriku mencapai klimaksnya setelah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan aku belum apa-apa.

"Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya", kata istriku.
"Ah Mbak ini ada-ada aja", kata Rini malu-malu.
Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku.

Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang.

Tidak terlalu susah aku membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, bersih dengan postur badan yang cukup indah. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.

Ia tidak menolak ketika aku membuka BH-nya, demikian juga ketika aku melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bagian atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah, "Eeehhh.."

Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin jelas terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.

Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. "Ya nggak usah dibuka" ujarku, "Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku", bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak lama dengan permainan itu, akhirnya mungkin karena ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.

Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak lama kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya. Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya.

Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, aku cukup sabar untuk melakukan permainan sampai lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Gelinjang, desahan, dan ekspresi wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.

Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.

Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Dan.., "Blesss...." seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan sampai liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru.

Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya. "Eeehhh..." desahnya. Aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan seluruh kenikmatan, segera kucabut burungku kemudian kumuntahkan di luar dengan menekan ke selangkangannya. "Eeehhh..." erangku juga. Kami berdua menarik nafas panjang.

Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi.

Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku.

Cerita Dewasa 17 tahun, kumpulan cerita dewasa, cerita panas, Cewek18+


Cerita Dewasa - Cerita sex - Gadis montok cewek Binal Indonesia telanjang bugil